Kamis, Mei 7, 2026
Kulintang
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
  • Daerah
    • Lampung
    • Kota Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Lampung Barat
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang Barat
    • Tulang Bawang
    • Way Kanan
    • Mesuji
    • Pesisir Barat
  • Gaya Hidup
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Opini
  • Redaksi
  • Beranda
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
  • Daerah
    • Lampung
    • Kota Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Lampung Barat
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang Barat
    • Tulang Bawang
    • Way Kanan
    • Mesuji
    • Pesisir Barat
  • Gaya Hidup
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Opini
  • Redaksi
No Result
View All Result
Morning News
Home Lampung Kota Bandar Lampung

Puluhan Tahun Air Lindi TPA Bakung Diduga Cemari Lingkungan, Begini Dampak dan Bahayanya

Redaksi Kulintang by Redaksi Kulintang
1 tahun ago
in Kota Bandar Lampung, Lampung
0
Puluhan Tahun Air Lindi TPA Bakung Diduga Cemari Lingkungan, Begini Dampak dan Bahayanya
Share on

Bandar Lampung, Kulintang.id — Selama puluhan tahun, air lindi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bakung di Kota Bandar Lampung diduga mencemari laut, selain mengganggu lingkungan pemukiman warga sekitar.

Berdasarkan penelusuran awak media pada Kamis, 9 Januari 2025, diketahui bahwa setelah melintasi kawasan pemukiman warga, saluran drainase pembuangan air lindi TPA Bakung bermuara di perairan pantai Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur, Bandar Lampung.

Berita Lainnya:

Halal Bihalal Sumbagsel di Palembang: Momentum Eva Dwiana Pererat Silaturahmi Antar Daerah

Eva Dwiana Raih National Governance Awards 2026, Tata Kelola Pemkot Bandar Lampung Diapresiasi

Putus Rantai Penularan TB di Bandar Lampung, Walikota Eva Perketat Pelacakan Kontak Erat Keluarga

Load More

Air lindi yang mengalir ke perairan Teluk Keteguhan tersebut terbagi menjadi dua sumber. Pertama, air lindi yang bersumber dari pusat penampungan TPA. Kedua, air lindi yang berasal langsung dari gundukan sampah tanpa melalui proses pengolahan di fasilitas penampungan air lindi.

ADVERTISEMENT
Air lindi dari TPA Bakung yang megalir ke sungai

Dua sumber berbeda tersebut menyatu ke saluran drainase lalu menuju perairan teluk Kelurahan Keteguhan. Air lindi tampak berwarna hitam pekat menyerupai minuman karbonasi koka-kola dan berbusa serta beraroma tidak sedap.

Sementara di pinggiran perairan teluk, terlihat air lindi beserta tumpukan sampah yang diduga berasal dari TPA bakung menyebar di peraian teluk, tepatnya di Kelurahan keteguhan.

Salah seorang warga yang tinggal tepi aliran drainase air lindi tepatnya di Kelurahan Sinarmulya, Teluk Betung Timur, mengaku terganggu dengan aroma busuk, terlebih saat musim panas. Begitupun warna air drainase yang dinilai sangat kotor.

“Ini mah mending karena ujan kali ya, coba kalo pas panas waduuh, udah bau, warnanya juga item banget,” kata wanita paruh baya itu.

Menurutnya, karena sudah mencium aroma tak sedap air lindi, hal tersebut tidak masalah lagi bagi warga. “Kalo baunya bukan kadang-kadang ya, tapi bau terus. Tapi karena udah keseringan kita udah baal kalo bahasa kita mah (terbiasa),” tambahnya.

Bahkan warga ini menyebut aliran air lindi tersebut mengalir menuju ke laut. “Coba aja masnya ikutin (aliran) ke arah sana, terus aja nanti ketemu jambatan nanti abisnya di laut,” tuturnya sambil menunjuk arah aliran air lindi.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa sampah-sampah yang berasal dari TPA Bakung sering terseret ke saluran drainase bersama air lindi ketika hujan bahkan tak jarang menyebabkan banjir. Luapan drainase air lindi ini kata dia sampai menggenangi rumah warga.

“Kalo di sekitaran sini sih enggak (banjir), mungkin karena tinggi ya. Tapi rumah yang di depan itu sering banget kebanjiran. Ya itu dari luapan air kali ini (drainase air lindi),” tambahnya lagi.

Disambung warga lain, bahwa dahulunya air drainase tersebut sangat bersih tidak seperti saat ini. Kondisi ini menurutnya terjadi sejak TPA Bakung dibangun.

“Dari anak saya yang umur 40 tahun lahir, bahkan sebelum TPA itu ada, kami memang udah tinggal di sini. Jadi tau gimana keadaan di sini. Dulu mah aernya bening, batu-batunya aja sampe keliatan. Ya semenjak TPA itu dibangun aernya jadi butek dan bau,” tambah wanita lansia tersebut.

Bahaya Air Lindi bagi Kesehatan dan Lingkungan

Berdasarkan kajian yang diuraikan pada situs waste4change.com, air lindi atau leacheat merupakan air limbah yang dihasilkan akibat masuknya air eksternal seperti air hujan ke dalam timbunan sampah yang melarutkan materi organik dari hasil dekomposisi sampah. Cairan lindi mengandung bakteri, parasit serta kandungan berbahaya lainnya yang dapat memberikan kerugian bagi warga yang tinggal di sekitar tempat pembuangan sampah.

Kandungan cairan lindi dapat berbeda di satu tempat pembuangan sampah dengan yang lainnya. Kandungan udara lindi bergantung pada kandungan dan umur tempat pembuangan sampah, prosedur degradasi, iklim serta kondisi hidrologis. Namun secara umum air lindi memiliki karakteristik dengan kebutuhan oksigen kimia dan biologi yang tinggi serta terdiri dari zat-zat yang tidak diinginkan seperti kontaminan organik dan anorganik.

Bahaya Air lindi terhadap kesehatan dapat menyebabkan penyakit seperti anemia, gagal ginjal, kerusakan prostat dan paru-paru, tremor, kejang, hilang memori, penurunan trombosit, iritasi kulit, dermatitis, diare, dan penyakit gusi. Selain itu, senyawa yang terkandung dalam air lindi dapat merusak kualitas tanah, mengganggu sistem saraf, dan meningkatkan risiko kanker.

Dampak pencemaran air lindi terhadap laut

Berdasarkan informasi yang dikutip Kompasiana.com, para ahli lingkungan dan perikanan telah menyatakan keprihatinannya mengenai dampak air lindi terhadap sektor perikanan dan kelautan. Dr. Indrawati, seorang ahli ekotoksikologi dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa air lindi mengandung berbagai zat beracun seperti amonia, logam berat, dan senyawa organik beracun yang dapat merusak ekosistem perairan. “Ketika zat- zat ini memasuki rantai makanan, dampaknya bisa sangat luas, mulai dari kematian ikan hingga risiko kesehatan bagi manusia yang mengonsumsi ikan tersebut,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Dr. Budi Hartono dari Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menambahkan bahwa, pencemaran air lindi juga dapat merusak habitat ikan seperti terumbu karang dan hutan bakau, yang menjadi tempat pemijahan dan pembesaran pada ikan. “Degradasi habitat ini akan berdampak jangka panjang pada keberlanjutan stok ikan,” jelasnya.

Sementara dalam kasus air lindi TPA Bakung, di area pembuangan tepatnya di perairan keteguhan terdapat aktivitas nelayan dan budidaya rumput laut. (*/Red)

Tags: Air LindiTPA Bakung Bandar Lampung
ADVERTISEMENT

Related Posts

Halal Bihalal Sumbagsel di Palembang: Momentum Eva Dwiana Pererat Silaturahmi Antar Daerah
Kota Bandar Lampung

Halal Bihalal Sumbagsel di Palembang: Momentum Eva Dwiana Pererat Silaturahmi Antar Daerah

25 April 2026
Eva Dwiana Raih National Governance Awards 2026, Tata Kelola Pemkot Bandar Lampung Diapresiasi
Kota Bandar Lampung

Eva Dwiana Raih National Governance Awards 2026, Tata Kelola Pemkot Bandar Lampung Diapresiasi

25 April 2026
Putus Rantai Penularan TB di Bandar Lampung, Walikota Eva Perketat Pelacakan Kontak Erat Keluarga
Kota Bandar Lampung

Putus Rantai Penularan TB di Bandar Lampung, Walikota Eva Perketat Pelacakan Kontak Erat Keluarga

14 April 2026
Instruksi Bunda Eva: Pemkot Bandar Lampung Masifkan Normalisasi Sungai di 18 Titik
Kota Bandar Lampung

Instruksi Bunda Eva: Pemkot Bandar Lampung Masifkan Normalisasi Sungai di 18 Titik

14 April 2026
Wamendagri Sidak Pemkot Bandar Lampung: Pelayanan Publik Tetap Optimal Meski Ada WFH
Kota Bandar Lampung

Wamendagri Sidak Pemkot Bandar Lampung: Pelayanan Publik Tetap Optimal Meski Ada WFH

14 April 2026
Antisipasi Banjir, Satgas Bandar Lampung Tetap Bekerja Normalisasi Drainase di Hari Libur
Kota Bandar Lampung

Antisipasi Banjir, Satgas Bandar Lampung Tetap Bekerja Normalisasi Drainase di Hari Libur

14 April 2026
Next Post
PTPN 1 Regional 7 Belum Bisa Berikan Penjelasan Hutang Rp.53 Miliar dan Tanggapan Desakan KSUSB Rawapitu

PTPN 1 Regional 7 Belum Bisa Berikan Penjelasan Hutang Rp.53 Miliar dan Tanggapan Desakan KSUSB Rawapitu

Polemik Hutang KSUSB dan PTPN 1 Regional 7, Pemprov Lampung Kaji dan Siap Bantu ke Menteri BUMN

Polemik Hutang KSUSB dan PTPN 1 Regional 7, Pemprov Lampung Kaji dan Siap Bantu ke Menteri BUMN

Pelantikan Ferli Yuledi Ketua DPC Granat Komitmen Bersama Tulang Bawang BERSINAR

Pelantikan Ferli Yuledi Ketua DPC Granat Komitmen Bersama Tulang Bawang BERSINAR

Walikota Eva Berkomitmen Menata Bangunan di Atas Sungai untuk Antisipasi Banjir

Walikota Eva Berkomitmen Menata Bangunan di Atas Sungai untuk Antisipasi Banjir

Jelang Perayaan Imlek Pemkot Bandar Lampung Tinjau Sejumlah Vihara

Jelang Perayaan Imlek Pemkot Bandar Lampung Tinjau Sejumlah Vihara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Jupri Siap Jual Ginjal dan Jantung Demi Jalan Lampung, Gindha : Jadi Ngga?

Jupri Siap Jual Ginjal dan Jantung Demi Jalan Lampung, Gindha : Jadi Ngga?

14 Mei 2023
Tol Lematang-Panjang Segera di Bangun Ini Lintasannya

Tol Lematang-Panjang Segera di Bangun Ini Lintasannya

18 Januari 2023
Mudik 2023, Ada Ruang VIP Lounge Hanya di 3 Kapal Ini

Mudik 2023, Ada Ruang VIP Lounge Hanya di 3 Kapal Ini

28 Maret 2023
Narasikan Sel Tidur HTI Bangkit di Lampung, Gunawan Pharrikesit Tantang Abu Janda

Narasikan Sel Tidur HTI Bangkit di Lampung, Gunawan Pharrikesit Tantang Abu Janda

30 Maret 2023
Tidak Setuju Narasi Provinsi Dajjal, Bima Hujat Tiktoker Lampung Dengan Kata Tak Senonoh

Tidak Setuju Narasi Provinsi Dajjal, Bima Hujat Tiktoker Lampung Dengan Kata Tak Senonoh

13 April 2023

EDITOR'S PICK

Pimpin Apel 3 Pilar, Walikota Eva : Wujud Sinergi Pemerintah, TNI, dan Polri Jaga Kantibmas Bandar Lampung

Pimpin Apel 3 Pilar, Walikota Eva : Wujud Sinergi Pemerintah, TNI, dan Polri Jaga Kantibmas Bandar Lampung

30 Juni 2025
Gindha Ansori : ASN Harus Netral, Sekdaprov Lampung Asyik Selfie Bersama Timses RMD di Ruang Kerja

Gindha Ansori : ASN Harus Netral, Sekdaprov Lampung Asyik Selfie Bersama Timses RMD di Ruang Kerja

8 Oktober 2024
Gubernur Mirza Bangga Lampung Jadi Tuan Rumah Indonesia Berdzikir Tv One

Gubernur Mirza Bangga Lampung Jadi Tuan Rumah Indonesia Berdzikir Tv One

15 Maret 2026
Gubernur Mirza Diminta Tertibkan Oknum yang Jadikan Hutan Ajang Bisnis

Gubernur Mirza Diminta Tertibkan Oknum yang Jadikan Hutan Ajang Bisnis

29 April 2025
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak & Pemasangan Iklan
  • Disclaimer

2023 Kulintang - Kumpulan Lintas Informasi Aktual & Nge-hits by Jasiber.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
  • Daerah
    • Lampung
    • Kota Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Lampung Barat
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang Barat
    • Tulang Bawang
    • Way Kanan
    • Mesuji
    • Pesisir Barat
  • Gaya Hidup
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Opini
  • Redaksi

2023 Kulintang - Kumpulan Lintas Informasi Aktual & Nge-hits by Jasiber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Konten Dilindungi !!