Kulintang,Bandar Lampung- Menanggapi unggahan Akun Instagram @permadiaktivis2 atau yang kerap disapa Abu Janda, yang menarasikan aksi unjuk rasa dukungan RT Rajabasa Jaya dari elemen organisasi kemasyarakatan sebagai sel tidur HTI Bangkit di Lampung.
Kordinator Lapangan Lampung Bergerak pada aksi 28 Maret 2023 lalu di Polda dan Kejati Lampung, Gunawan Pharrikesit menantang Abu Janda untuk berdiskusi guna memahami lebih jauh duduk permasalahannya, Kamis 30 Maret 2023.
Menurut Gunawan, Abu janda seperti manusia picik yang melulu memandang persoalan dari sudut sempit, tidak berwawasan, dan asal bunyi alias tong kosong nyaring bunyinya.
Baca Juga ; Buntut Penahanan RT Rajabasa Jaya, Ratusan Masa Lakukan Aksi Tolak Diskriminasi Umat Muslim
“Tentang ditahannya Wawan Kurniawan, dia sendiri (Abu Janda-red) tidak paham inti persoalan. Substansinya bukan di pasal yang dikenakan kepada Wawan, namun kenapa Wawan dikenakan pasal 156 (a) tesebut, dengan laporan model A (temuan pihak kepolisian), sehingga pihak kepolisian menyatakan cukup alasan untuk melakukan penahanan,”kata Gunawan.
Lanjut Gunawan, si janda Itu tau juga tidak persoalannya yang mana sebenarnya sudah ada penyelesaian ditingkat Polres Bandar Lampung sebelumnya dan masing-masing pihak sudah tidak lagi mempersoalkan permasalahan dan sudah saling berangkulan (pelukan-red).
Namun kenapa justru kemudian Dirkrimum Polda Lampung terkesan melakukan intervensi persoalan yang sudah clear dengan membuat gejolak baru yaitu ditetapkannya Wawan sebagai tersangka. “Bukannya membuat suasana kamtibmas baik, Direktur Kriminal Umum Polda Lampung, dengan atas nama kekuasaan, kemudian menahan Wawan Kurniawan,”ujarnya.
Menurut Gunawan, pihak yang menyatakan sebagai jemaat Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD), sudah sehak tahun 2016 berjanji tidak akan melakukan peribadatan dilokasi tersebut, sebelum semua prosedurnya dipenuhi. Namun faktanya? Sudah beberapa kali memberikan pernyataan dan berjanji dengan tandatangan diatas materai pun, mereka masih terus mengingkarinya.
“Identifikasi terlebih dahulu untuk kemudian masuk dalam persoalan. Jangan asal komentar sehingga bisa ditertawakan publik. Ayooo kalau mau diskusi tentang hal ini, sekalian mau tau sampai dimana daya nalarnya si abu janda itu,”tantang Gunawan.
Kebangkitan HTI? Masih kata Gunawan. Disinilah semakin nampak kopongnya otak abu janda. Apa karena dia melihat bendera aroyah dan aliwa, yang merupakan panji Rosulullah tersebut? Hey abunya janda, polisi tidak tidur dan sudah melek dari narasi picik yang kerap kalian dengungkan bahwa Panji Rosulullah menjadi musuh dan mengganggu kerangka berfikir kalian.
“Sudah lagi kalian menciptakan narasi bualan dengan mem-freming hal-hal yang justru menjauhkan ketenangan. Model abu janda ini adalah anjing yang menggonggong ketika merasa tidak nyaman. Dan anehnya ketidak nyamanan tersebut ketika dilihatnya Umat Islam bersatu di tanah air yang berdaulat ini,”tuturnya.
Tentang intoleransi. Tuduhan yang aneh itu. Selama ini kami bersama pihak-pihak yang tidak se-Iman hidup rukun dan saling berdampingan. “Buang jauh-jauh narasi yang justru dibangun dengan sengaja untuk memecah belah itu,”tutupnya. (Red)




















