Kulintang co (Bandar Lampung) – Sehari menjelang kedatangan Presiden RI Jokowi ke Provinsi Lampung pada tanggal 5 Mei 2023, salah satu masyarakat Lampung melakukan hal konyol di media sosial dengan memposting ingin menjual cepat sepasang ginjal dan jantungnya, uangnya akan disumbangkan untuk perbaikan jalan di Lampung yang rusak.
Setelah kunjungan Jokowi dan menggelontorkan dana APBN khusus untuk Provinsi Lampung sebesar Rp.800 miliar ditambah anggaran APBD Lampung tahun 2023 untuk infrastruktur sebesar Rp.750 miliar sehingga total anggaran kurang lebih Rp.1,5 triliun.
Menanggapi itu, Gindha Ansori Wayka mengundang gelak tawa dengan menagih apa yang dikatakan Jupri. “Anggaran Infrastruktur kita sudah Rp.1.5 triliun, itu yang mau jual ginjal dan jantung jadi ngga,” kata Gindha sembari tertawa.
“Apa yang dikatakan yang bersangkutan, sama hal seperti yang mau jalan kaki dari rumahnya di Depok ke Jakarta, mau digantung di monas jika terbukti korupsi. Itu sekelas gayanya sama aja,” tutur Gindha.
Lanjut Gindha, sebetulnya tidak perlu mencari sensasi dengan hal konyol. Seharusnya selaku masyarakat kita berikan masukan dan saran kepada Pemerintah dalam hal ini Provinsi Lampung dan Pemerintah Pusat jika telah berupaya dari apa kita sampaikan maka patut kita apresiasi dan dukung.
“Dengan kejadian Lampung viral, kita ambil hikmahnya dan tentu saya mengajak masyarakat untuk memantau dan mendukung Pembangunan yang akan dan telah dilakukan oleh Pemerintah,”tutup Gindha.
Sebelumnya, dikutip dari teraspringsewu.com. Ketua Masyarakat Peduli Demokrasi dan Hukum ( MPDH) Jupri Karim rela menjual cepat sepasang ginjal dan jantungnya demi pembangunan infrastruktur Lampung, pada 4 Mei 2023.
Entah apa yang merasuki ataukah hanya mencari sensasi? pernyataan itu diungkapkannya di akun facebook pribadinya @Jepri Ok. Namun dalam waktu singkat akun tersebut tidak bisa dilihat dan Jupri mengaku jika akun medsosnya itu mungkin di hack setelah ia memposting aksi nekatnya.
Jupri mengatakan jika aksi nekatnya itu beralasan kecintaannya terhadap Provinsi Lampung sehingga ia rela lelang Ginjal dan Jantungnya. Disinggung apakah aksinya itu bagian politis? Jupri membantah dan mengatakan jika dia bukan orang partai. (Rls/Red)



















