Ditulis Oleh : Gindha Ansori Wayka (Direktur Law Office Gindha Ansori Wayka & Rekan dan LBH Cinta Kasih)
Dari sederet tokoh yang pernah menjabat sebagai Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi telah membuktikan kelihaiannya memimpin Provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai dari segala kondisi.
Menjabat sebagai Gubernur Lampung periode 2019-2024, jalan yang ditempuh Arinal tak begitu mulus dan mudah. Ditengah 33 janji kerja yang wajib di impelementasikan selama 5 tahun, terpaan kesulittan bertubi-tubi menghampiri roda kepemimpinannya, meski begitu ia tetap optimis bekerja mewujudkan apa yang telah ia ikrarkan kepada rakyat.
Pada tahun pertama menjabat (2019), bertagline “Lampung Berjaya” Arinal Djunaidi meraih prestasi berupa 17 penghargaan. Kemudian rencana besar tahun berikutnya yaitu pembangunan infrastruktur dan melanjutkan pembangunan Kota Baru yang akan dilaksanakan setelah melunasi utang Dana Bagi Hasil (DBH) dan lain-lain senilai Rp1,7 triliun dari kepemimpinan pemerintahan sebelumnya kepada kabupaten/kota.
Pandemi Covid-19 dan Ajukan Pinjaman
Tiba-tiba muncul pandemi Covid 19 dan diumumkan secara resmi pada 2 Maret 2020 oleh Pemerintah Pusat. Virus corona atau Covid-19 asal Wuhan Negara China itu selama 2 tahun melanda di Indonesia termasuk Provinsi Lampung, imbasnya seluruh ruang aspek dibatasi termasuk pos anggaran Pemerintah baik Daerah maupun Pusat direfocusing untuk membiayai pencegahan dan penanganan pandemi tersebut.
Meski ditengah wabah, ternyata Arinal mampu bekerja secara maksimal. Hal itu dibuktikan dengan dedikasinya untuk rakyat Lampung berupa apresiasi dari berbagai elemen yaitu 23 penghargaan di tahun 2020.
Masuk di tahun 2021 Arinal meraih 23 penghargaan kembali. Ditengah pandemi dan kewajibannya menunaikan amanat rakyat untuk membangun Lampung, Arinal melalui Surat Gubernur Lampung tanggal 11 November 2021 tentang permohonan hutang kepada PT PSMI sebesar kurang lebih Rp.600 Miliar untuk menambah dana pembangunan jalan.
Namun sayangnya upaya itu harus terhenti setelah Kementerian Dalam Negeri menolak pengajuan tersebut. Sehingga di tahun 2022 Arinal puter otak memaksimalkan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membangun Lampung, alhasil dirinya ditahun itu Arinal Djunaidi meraih 44 penghargaan yang salah satunya yaitu “Penghargaan Kategori Kepala Daerah Terbaik Dalam Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi”.
Lampung Viral “Dajjal”
Berkat kerja ekstra di tahun sebelumnya, tahun 2023 Pemprov Lampung menganggarkan sebesar Rp750 miliar untuk perbaikan jalan provinsi bahkan sampai perbaikan jalan yang puluhan tahun belum tersentuh pembangunan dan itupun sebenarnya belum mampu mencover seluruh ruas perbaikan jalan milik provinsi.
Baru saja melewati situasi yang kompleks nan rumit itu, rencana pembangunan jalan yang sedang tahap tender tersebut harus dibarengi dengan ramainya sorotan soal infrastruktur jalan. Terlebih lagi, muncul Tiktoker Bima Yudho yang menyoal jalan-jalan rusak dan terkait kebijakan lainnya di Lampung.
Dihadapkan pada situasi tersebut, Arinal yang terpojok justru dengan epik memainkan Momen ini “dimanfaatkan” untuk mengambil simpati Pemerintah Pusat (Presiden), meskipun harus mengalami perundungan “bully” secara pribadi.
Dengan kepiawaiannya memanajemen isu, Arinal Djunaidi tetap memperjuangkan secara diplomatis kepada Presiden untuk mendapatkan hasil dari isu Lampung Viral “Dajjal”, meskipun harus “mengorbankan” dirinya dihujani cibiran dan bahkan penghinaan luar biasa.
Momentum Lampung Viral “Dajjal”, benar-benar merupakan “mainan” yang menyedihkan dan berbahaya yang dilakukan oleh Arinal Djunaidi karena dapat menggerus popularitasnya sebagai gubernur pada saat itu. Nampaknya, Ia tidak memperdulikan bullyan netizen terhadap dirinya, yang terpenting ruas jalan Lampung bisa diperbaiki dan kini ruas jalan itu telah dinikmati masyarakat Lampung.
Dan Arinal Djunaidi justru menikmati dan mengelola isu tersebut menjadi drama yang ia harapkan indah pada waktunya. Dalam konteks politik, Arinal setelah meminjam tidak diberi oleh mendagri “menciptakan” Bima untuk menjadi corong agar pemerintah pusat melihat dari dekat keadaan jalan di Lampung yang sebenarnya.
Dan pada akhirnya Presiden Joko Widodo datang. Kala itu, seharian Arinal mengawal dan mendampingi presiden untuk melihat langsung jalan rusak. Seharian pula, Arinal dicibir oleh banyak kalangan.
Dan benar saja kunjungan Presiden Jokowi membawa berkah. Sesuatu yang indah yang diharap-harapkan tercetus dari mulut kepala negara. Jokowi siap menggelontorkan Rp 800 miliar untuk menambah anggaran pembangunan jalan tahun 2023 yang telah dianggarkan Pemprov Lampung sebelumnya.
Skenario yang dibangun Arinal, yakni mengelola isu Lampung Viral “Dajjal” menjadi drama yang apik dan hal itu bisa diendus oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Ketua Umum DPP Partai Golkar itu blak-blakan membeberkan bahwa Arinal Djunaidi berhasil menjalankan politik Golkar dan mengelola isu Lampung Viral “Dajjal” dengan bukti mendapat bantuan Rp.800 Milyar dari Presiden..
Dari momen itu, setelah berhutang tidak dapat akhirnya mainan Arinal Djunaidi membawa keberuntungan bagi rakyat. Dengan dapat dana bantuan Rp.800 miliar dari APBN pemerintah pusat ditambah Rp.750 Miliar APBD Pemprov Lampung yang disiapkan sebelumnya membuat masyarakat kini merasakan jalan-jalan yang halus nan berbeton. Meskipun Arinal Djunaidi harus rela mengorbankan diri secara pribadi dan jabatannya untuk dicaci maki jutaan netizen.
Meski begitu ditahun itu juga puncak Arinal meraih prestasi terbanyak selama memimpin Lampung yakni sebanyak 45 penghargaan, beberapa diantaranya Penghargaan Abdi Ekonomi Desa, Anugerah Penghargaan Atas Prestasi Memajukan Sektor Pertanian, Ekonomi Dan Pembangunan Serta Transparansi Keuangan Melalui Program Lampung Berjaya dan Menjadi Pemimpin yang Berhasil di Tingkat Nasional.
Kemantapan Jalan Diakhir Jabatan
Memasuki di tahun akhir masa jabatannya ‘2024’, Arinal Djunaidi masih memboyong 7 penghargaan. Sehingga total ada 159 prestasi yang diraih dari dedikasinya, hal itu dilakukan bukan semata-mata untuk pencitraan pribadi namun lebih dari itu dipersembahkan untuk teruwujudnya “Rakyat Lampung Berjaya” yang kini manfaatnya sudah dirasakan masyarakat Lampung dan yang paling signifikan pembangunan Infrastruktur jalan provinsi yang bagus dan mulus yang dirasakan masyarakat.
Adapun presentase kemantapan jalan selama Arinal Djunaidi menjabat gubernur Lampung, berdasarkan data dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung yaitu di tahun 2020 kemantapan ruas jalan provinsi sebesar 76,045%, pada tahun 2021 karena pandemi covid-19 turun menjadi 75,386% dan di tahun 2022 masa pemulihan pasca pandemi mengalami kenaikan sebesar 76,850% kemudian di tahun 2023 mengalami peningkatan yang begitu luar biasa sebesar 4262,130%.
Akhir Jabatan dan Misi Keberlanjutan
Tepat pada tanggal 12 Juni 2024 masa jabatan Arinal Djunaidi sebagai Gubernur Lampung berakhir. Akan tetapi langkahnya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat Lampung tak terhenti, meski Nestapa (Kesulitan) mewarnai jalannya kepemimpinan Arinal Djunaidi namun ia telah membuktikan dari pengalaman sebelumnya, sehingga layak untuk dilanjutkan.
Arinal Djunaidi Kembali berkontestasi, kali ini bersama Ir.Sutono (Mantan Sekdaprov Lampung) yang juga tentunya berpengalaman. Dengan jurus sakti ‘Pasopati’ (Pangan Sukses Pendapatan Tinggi) Arinal Djunaidi – Sutono (Arjuno) akan melanjutkan misi keberlanjutan dengan membangun dari desa dan Kota Baru pusat pemerintahnya.
** Note : Penulisan ini berdasarkan sumber yang diringkas dari berbagai sumber seperti media online, data pendukung dan sebagainya.




















