Bandar Lampung, Kulintang.co – Sebuah keputusan yang diambil oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) mengenai pembuatan seragam PDH untuk Mahasiswa Baru (Maba) angkatan 2024 menuai protes dan memberatkan dari sebagian besar mahasiswa.
Dalam pengumuman resmi yang diterima, BEM FH menetapkan dua paket seragam dengan harga yang cukup menguras dompet, yakni Paket 1 seharga Rp250.000 (pendek) dan Rp260.000 (panjang), serta Paket 2 seharga Rp350.000 (pendek) dan Rp360.000 (panjang). Harga tersebut sudah termasuk beberapa atribut, seperti bet fakultas, gelang angkatan, dan gantungan kunci. Namun, banyak mahasiswa merasa keberatan dan menganggap harga ini tidak masuk akal, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini.
“Sebagian besar dari mahasiswa baru merasa harga ini sangat memberatkan. Terlihat jelas bahwa ada motif mencari keuntungan di balik keputusan ini,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya via Whatsapp, Jumat, 4 Oktober 2024.
Menurut sumber, banyak mahasiswa baru yang mengekspresikan ketidaksetujuan mereka terhadap harga seragam ini. Mereka berharap pihak rektorat dan dekan Fakultas Hukum Universitas Lampung dapat memantau dan mengevaluasi kebijakan BEM FH yang dianggap kurang empati terhadap kebutuhan mahasiswa.
Mahasiswa meminta Rektorat agar meninjau kembali keputusan dan berharap adanya solusi yang lebih bijaksana agar tidak menambah beban bagi mahasiswa baru di tengah tantangan ekonomi saat ini.
“Ini bukan hanya soal seragam, tetapi juga tentang keadilan dan perhatian terhadap mahasiswa. Kami berharap ada respons dari pihak universitas,” tambahnya.
Sampai berita ini diturunkan, pihak BEM FH belum memberikan tanggapan resmi terkait penolakan yang disampaikan oleh mahasiswa baru. (Red/*)



















