Tanggamus, Kulintang.co — Telah sebulan lebih gas elpiji 3 kg subsidi pemerintah mengalami kelangkaan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tanggamus. Terbaru, warga Kecamatan Ulu Belu turut mengeluhkan langkanya gas 3 kg dan jika pun ada harganya melejit hingga mencapai harga Rp.45.000 – Rp.50.000 per tabung.
“Sulit gas 3 kg sekarang, kalopun ada harganya di warung antara Rp.45.000 sampai Rp.50.000 dan itupun barangnya tidak ada,”kata Vi warga Pekon Ulu Semong, Minggu 6 Oktober 2024.
Melambungnya harga gas elpiji 3 kg itu diduga karena suplai barang yang tidak normal dan adanya permainan, sehingga menyebabkan kelangkaan di tengah masyarakat dan memicu para pedagang warung sembako yang menerima dari agen pangkalan menaikan harga secara signifikan diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Ya harganya segitu. Gimana ngga menjual begitu barangnya sulit, dapat juga paling 1 atau 3 tabung saja dari agen yang keliling, kalo harga dari agen Rp.25.000 itupun jika barangnya ada,” ujar pemilik warung sembako di salah satu Pekon di Kecamatan Ulu Belu yang enggan menyebutkan namanya.
Simpatisan Cakada Gelar Bazar Gas 3 Kg
Toko Amanda selaku Pengelola Sub Pangkalan Gas 3 Kg di Pekon Tekad, Kecamatan Pulau Panggung yang juga menjadi simpatisan salah satu Pasangan Calon Kepala Daerah (Cakada) di Kabupaten Tanggamus berjuluk “Damar” Dewi Handajani dan Ammar Siradjuddin mengadakan bazar gas elpiji 3 Kg, pada 18 September 2024 lalu.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Sigit Nugroho pemilik toko Amanda itu bertagline “Lanjutkan! LPG 3 KG Stabil, Harga Terjangkau Bersama Damar” dengan bazar menawarkan gas elpiji 3 Kg seharga Rp.18.000 dan stok pun dalam kegiatan itu lumayan cukup bayak.
Menurut Sigit kegiatan itu dalam rangka membantu masyarakat di tengah permintaan yang sangat tinggi namun stoknya terbatas, sehingga dirinya tergerak untuk membantu dengan hati nurani sebagai pemilik sub pangkalan, terutama di Pekon Tekad dan wilayah sekitar Kecamatan Pulau Panggung.
“Dengan adanya bazar ini, saya berharap masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan elpiji 3 kilogram. Semoga program-program seperti ini dapat dilanjutkan oleh pemerintah ke depannya, sehingga kebutuhan dasar masyarakat bisa lebih terjamin,” harapnya Sigit dikutip dari media prioritastv.
Padahal, masyarakat pekon Tekad dan pekon lainnya yang ada di Kecamatan Pulau Panggung sedang melangalami kelangkaan dan jika ada harganya membubung tinggi diatas HET.
Anggota DPRD Tanggamus Minta Polisi Selidiki Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus H. Nuzul Irsan turut menyoroti kelangkaan tersebut, bahkan sampai meminta polisi dalam hal ini Polres Tanggamus untuk menyelidiki penyebab kelangkaan yang terjadi di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Tanggamus.
“Kami meminta Polres Tanggamus untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan permainan dalam distribusi Elpiji 3 Kg ini. Masyarakat berhak atas distribusi yang adil dan merata, tanpa ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan pribadi atau memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan tertentu,” ujar Nuzul sapaan akrabnya.
Permintaan Nuzul itu dilakukan karena menduga kelangkaan tersebut disebabkan adanya permainan dalam distribusi gas Elpiji 3 Kg ke masyarakat yang tentunya merugikan.
“Kami berharap tindakan cepat dari aparat penegak hukum dapat memberikan kejelasan dan mengakhiri dugaan penyimpangan distribusi ini. Masyarakat, terutama para pelaku UMKM, tidak boleh terus dirugikan,”tuturnya, Jumat 20 September 2024.
Meski sudah ditanggapi, namun faktanya hingga saat ini masyarakat di Kabupaten Tanggamus masih merasakan kelangkaan gas elpiji 3 Kg. Tak sampai disitu saja, selain kelangkaan. Harga yang ditawarkan agen keliling ditengah stok tidak ada juga sudah diatas HET belum lagi ditambah harga jual dari warung yang mencapai angka Rp.50.000 yang tentunya menjadi persoalan dan keluhan masyarakat yang harus segera ditindak lanjuti pemerintah setempat. (*)




















