Kuliintang.id, MESUJI — Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2025 di SMAN 2 Simpang Pematang menuai tanda tanya publik. Pasalnya, laporan realisasi penggunaan dana BOSP sekolah tersebut sama sekali tidak muncul pada sistem pelaporan resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Berdasarkan penelusuran pada portal transparansi BOSP, laman pelaporan resmi hanya menampilkan keterangan: “Data anggaran Dana Bos Tahun 2025 di SMA NEGERI 2 SIMPANG PEMATANG belum tersedia di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan”.
Tidak tampilnya data transaksi tersebut memicu dugaan adanya masalah serius dalam penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan sekolah, atau bahkan indikasi keterlambatan penutupan Buku Kas Umum (BKU) pada aplikasi Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS).
Menanggapi hal itu, salah seorang sumber internal di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung yang enggan disebutkan identitasnya memberikan penjelasan mengenai beberapa kemungkinan teknis.
“Nanti kita cek dulu. Kalau seperti itu, biasa mungkin ada trouble di aplikasi. Atau ada perbaikan laporan di ARKAS atas arahan pusat dalam BKU bulanan yang belum tutup, bisa saja. Mungin juga ada penataan ulang dalam pos realisasi yang dilaporkan oleh pihak sekolah karena pusat melakukan pemantauan langsung dari sistem,” terangnya, Rabu (12/8/2026).
Meski terdapat alasan teknis sistem, belum terbukanya data realisasi BOSP TA 2025 ini tetap disayangkan masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana operasional sekolah merupakan kewajiban mutlak yang diatur dalam regulasi pengelolaan dana pendidikan.
Sorotan publik makin tajam mengingat penanggung jawab anggaran pada periode TA 2025 tersebut adalah Mantan (Eks) Kepala SMAN 2 Simpang Pematang, yang saat ini telah berpindah tugas dan menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Simpang Pematang yang mana saat ini juga sedang menjadi sorotan tajam publik.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih mengupayakan konfirmasi resmi kepada pihak Bendahara BOSP SMAN 2 Simpang Pematang serta Mantan Kepala Sekolah terkait guna meminta klarifikasi mengenai penanggungjawaban anggaran tersebut. (RMD/Red)
















