Kulintang, Bandar Lampung- kehadiran ruang VIP Lounge di kapal eksekutif penyeberangan Bakauheni-Merak yakni Kapal Batu Mandi, Sebuku, dan Jatra III mendapat respon positif dari masyarakat, namun sayangnya masih ada tiga kapal eksekutif di lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia ini yakni KMP Legundi, Portlink 0, Portlink 3 yang belum memiliki VIP Lounge, sehingga penumpang tak punya kepastian akan dapat fasilitas yang sama saat memesan tiket melalui aplikasi Feryzi.
Direktur PT Trans Lampung Utama (TLU) anak perusahan BUMD Provinsi Lampung PT Lampung Jasa Utama, Husni Thamrin mengatakan sebagai operator layanan VIP Lounge pada prinsipnya siap mengoperasikan layanan itu pada kapal lain.
“Tim kami sudah siap dan ruangan juga siap. Kami sudah jalankan layanan sesuai stadard operasional, dan prosedur (SOP). Namun kami masih menunggu arahan dari Tim Komersil Pusat PT ASDP Indonesia Ferry,” kata Husni Thamrin pada Selasa 22 Maret 2023 lalu.
Seharusnya, lanjut Husni, VIP Lounge KMP Legundi, Portlink 0, dan Portlink 3, diperasionalkan sejak tiga bulan lalu. Hal itu sesuai Surat Persetujuan dari GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak.
“Respon pengguna jasa positif atas layanan ini. Banyak testimoni positif di lapangan dan menjadi kebutuhan pengguna jasa KMP eksekutif Bakauheni-Merak. Saat ini dan call center kami pun berdering terus dari pengguna jasa yang bertanya terkait tiga kapal itu,”ungkap Husni.
Kehadiran layanan VIP Lounge menurut pengurus Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Provinsi Lampung, Erwin Octavianto, setidaknya menjawab persepsi masyarakat terkait keeksekutifan kapal eksekutif.
“Banyak penumpang menanyakan apa perbedaan kapal eksekutif dan kapal roro/ferry biasa selain waktu tempuh. Artinya VIP Lounge ini menjadi pelayanan yang harus ada sejak awal keberadaan kapal eksekutif. Memberikan pelayanan lebih, baik dari sisi waktu tempuh maupun fasilitas pelayanan kapal,” katanya.
Untuk itu, dia berharap pelayanan ini juga dapat merata ke semua kapal. “Karena kan kita bayarnya sama. Jadi penawaran pelayananya pun juga harus sama, khuususnya kapal eksekutif,”ujar Erwin.
Terkait pengelolaan, sebenarnya bebas saja may mau ASDP atau BUMD atau bahkan swasta, selama sanggup memberikan pelayanan dan maintenance pelayanan yang konsisten dan baik. Pada dasarnya selama dilihat menguntungkan dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat tentu, tidak ada salahnya dikelola oleh ketiganya untuk keberlanjutan usaha yang sehat.
“Artinya ASDP mendapatkan keuntungan dan memberikan pendapatan negara melalui post bagi hasil usaha. Begitu juga BUMD yang juga mendapatkan pendapatan daerah melalui bagi hasil usaha. Sedangkan swasta mendapatkan keuntungan lalu meningkatkan investasi usahanya yang berujung pada peningkatan tenaga kerja dan pendapatan. Selain itu dengan baiknya pelayanan dan keuntungan, nantinya akan menarik investor Lain berinvestasi ke kapal eksekutif,”jelas Erwin.
Menurut Erwin, fasilitas VIP Lounge harus segera ada KMP Legundi, Portlink 0, dan Portlink 3. Sehingga penumpang tidak perlu lagi menunggu atau mencari-cari kapal yang memiliki VIP Lounge.
“Ditambah lagi dengan akan ada arus Mudik dalam satu bulan ke depan, maka pelayanan seperti ini sangat dicari oleh pemudik. Asumsinya saat ini soal transportasi tidak lagi berbicara soal tinggi rendanya harga, tapi lebih ke pay for service. Kita mengeluarkan uang tertentu untuk mendapatkan feedback yang setara dengan uang yang dikeluarkan. Semua ada demand-nya, sehingga pengusaha transportasi tidak perlu khawatir rugi,”ungkap Erwin.
Terkait hal itu, pengamat ekonomi dan akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (Unila), Usep Syaipudin, mengatakan layanan VIP Lounge di kapal eksekutif penyeberangan Bakauheni-Merak bagus, bersih, dan nyaman. “Menurut saya worth it lah untuk harga yang ditawarkan,”kata Usep Syaipudin.
Dia mendukung pengoperasian pelayanan tersebut tetap ditangani PT Trans Lampung Utama sebagai anak perusahaan BUMD Provinsi Lampung (LJU Group), sebagai wujud sinergi antara BUMN dan BUMD.
“Saya pikir tepat jika ASDP sebagai BUMN menggandeng dan bekerja sama dengan PT LJU (BUMD Provinsi Lampung) sebagai kontribusi PT ASDP terhadap Provinsi Lampung yang memiliki wilayah Pelabuhan Bakauhueni.Saya ikut mendorong realisasi pengoperasian layanan VIP Lounge di tiga kapal eksekutif itu. Apalagi menjelang Ramadan dan arus mudik Idulfitri, saya yakin ini sangat direspon positif oleh masyarakat,”ujarnya. (*)




















