Bandar Lampung, Kulintang.id — Keamanan kendaraan di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung patut dipertanyakan, dua bulan belakangan ini tiga kendaran motor milik mahasiswa UIN RIL hilang didalam kampus tersebut.
Terbaru, Sepeda motor milik seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Febi) berinisial A mendadak hilang diduga dicuri saat terparkir di halaman kampus pada Kamis, 9 Januari 2025, kemudian motor milik Mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), Ria Aprilia pada Jumat, 1 November 2024 juga hilang. Lima hari dari kejadian itu, pada tanggal 5 November 2024 sepeda motor milik mahasiswi Fakultas Dakwah bernama Yola juga turut raib dicuri.
Berita Terkait : Hasil Sitaan, Kartu E-Parkir UIN Raden Intan Lampung Dijual Secara Ilegal di Medsos
“Saya cek dulu ya,”singkat Humas UIN RIL, Anis Handayani membalas konfirmasi tim media dari Sinarlampung.co dalam menanggapi adanya informasi kehilangan yang dialami mahasiswi berinisial A.
Sebelum peristiwa kehilangan itu terjadi, di bulan September tahun 2024 mencuat soal jual – beli akses parkir UIN RIL secara bebas di media sosial Facebook yang di khawatirkan mengacam penyalahgunaan terhadap kartu tersebut.
Namun nampaknya pihak kampus menganggap sepele hal itu dengan diduga tidak melakukan evaluasi dari informasi tersebut, sehingga peristiwa kehilangan itu kemudian terjadi. Hasil penelusuran tim media sebelumnya, menemukan beberapa akun facebook penjual kartu akses parkir UIN RIL.
Salah satunya akun @Sandi Saputra yang berhasil diwawancara melalui pesan mesengger mengungkap jika kartu yang ia tawarkan seharga Rp.50.000 – Rp.60.000 itu asli, karena dirinya pernah bekerja di vendor pengelola parkir UIN yakni PT Cakra Vira Sakti.
“Saya pernah kerja di situ mas, ini sebenarnya nggak boleh dijual-belikan. Jadi, kalau mau beli jangan ngomong ke siapa pun,” katanya saat dihubungi melalui messenger Facebook pada 30 September 2024.
Sementara, Rama karyawan aktif PT Cakra Vira Sakti saat ditemui di pos pengelola parkir UIN RIL membenarkan hal tersebut, “udah kita tindak lanjuti pernah kita tangkap, yang bersangkutan pernah bekerja di sini. Dan udah buat perjanjian tidak akan menjual kartu itu serta kartu yang ada sudah kami ambil,”terangnya kepada media.
Menanggapi itu, Anis Handayani kala itu mengatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pusat Bisnis Kampus untuk menggali lebih jauh mengenai informasi tersebut. Ia juga menegaskan bahwa dirinya baru mengetahui kabar mengenai jual-beli kartu member di media sosial tersebut.
“Kami punya pusat bisnis yang mengelola kartu parkir ini, tetapi dikerjasamakan ke pihak ketiga. Jadi saya harus konfirmasi terlebih dahulu dengan mereka untuk memastikan detail informasi terkait,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis, 10 Oktober 2024.
Anis menegaskan bahwa penjualan kartu E-Parkir secara bebas memang tidak diperbolehkan. Program E-Parkir sendiri, menurutnya, diluncurkan dengan tujuan untuk meningkatkan keamanan di kampus, mengingat kasus pencurian kendaraan yang sebelumnya marak terjadi.
“Penjualan kartu ini secara bebas memang tidak diperbolehkan. E-Parkir dibuat dengan sistem gerbang otomatis di setiap pintu masuk dan keluar demi menjaga keamanan kampus, sehingga mahasiswa bisa belajar dengan nyaman. Itu menjadi poin utama tujuan dari penerapan sistem ini,” jelas Anis.
Namun sayangnya, saat dikonfirmasi kembali oleh tim media Sinarlampung soal tindak lanjut dari koordinasi dengan Pusat Bisnis UIN dan pihak ketiga vendor parkir pada 6 November 2024. Anis justru tidak membalas pesan tersebut lalu mengabaikan begitu saja hingga saat ini.
Atas sejumlah kejadian tersebut, nampaknya pihak UIN RIL harus melakukan evaluasi terhadap kinerja pihak ke 3 serta pembenahan kembali terhadap sistem keamanan kampus. Tentunya insiden pencurian kendaraan itu menimbulkan pertanyaan apakah ada kaitannya dengan maraknya jual-beli kartu member parkir otomatis di media sosial beberapa waktu lalu yang diduga ditanggapi dengan santai kampus? Atau apakah rentetan peristiwa yang meresahkan itu ada unsur pemain didalamnya? (Red/*)




















