Kulintang.co – PT Trans Lampung Utama (TLU) anak perusahan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung PT Lampung Jasa Utama (LJU) terus lakukan pembenahan dalam kembangkan usaha.
Hal itu dikatakan Direktur PT TLU Husni Thamrin yang mengungkapkan jika PT TLU merupakan anak perusahaan BUMD Lampung PT LJU yang bergerak di bidang transportasi atau perhubungan.
PT TLU saat ini berusaha di bidang layanan Taxi Badara dan layanan Asistensi VIP Lounge di Kapal Eksekutif penyeberangan Bakauheni-Merak.
Sebelumnya pada 2019, kata Husni Thamrin, PT TLU telah menginisiasi penerbangan perdana Internasional ke Kuala Lumpur dan penerbangan Umroh Langsung ke Jeddah dari Bandara Raden Inten II Lampung bersama maskapai Citilink.
Namun, setelah terjadi pandemi Covid-19 kegiatan tersebut terhenti dan saat ini kembali direncanakan untuk kembali melakukan penerbangan Umroh melalui Bandara Raden Inten II.
Disinggung terkait pendapatan yang mampu diberikan untuk Pemprov Lampung, Husni Thamrin mengaku optimis PT TLU dapat melakukan itu jika mendapat dukungan dan konsisten dari induk perusahannya.
PT TLU, lanjut Husni Thamrin, terus melakukan pengembangan usaha dengan menggandeng pihak swasta maupun pihak terkait lainnya.
Sebab, menurutnya terkait suntikan modal dari pemegang saham dalam hal ini Pemprov Lampung, tidak langsung berhubungan dengan anak perusahaan.
“Kalau kami sebenarnya lebih banyak menggandeng pihak-pihak swasta kedepannya sehingga tidak mengganggu modal dari APBD provinsi,” ujarnya saat ditemui pada acara penandatanganan perjanjian kerjasama antara PT TLU dengan Kejaksaan Negeri Lampung Selatan terkait pendampingan penanganan Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dalam Rangka Pengembangan Usaha, di Rumah Makan Kayu, Rabu 7 Juni 2023.
Begitu juga ditanya terkait laba PT TLU, dirinya tidak mengungkapkan rincian laba yang didapat perusahaan plat merah itu, namun mengklaim bahwa laporan keuangannya positif pasca pandemi Covid-19.
“Kita baru pandemi Covid-19 di 2020 dan 2021. Laporan kita positif, tapi kita belum bisa publish. Tapi secara corporate sudah melaksanakan standarisasi keuangan, dengan adanya audit dari kantor akuntan publik. Laba kita sudah mulai positif di 2022,” ungkapnya.
Goyangnya usaha transportasi, menurut Husni Thamrin sempat terjadi saat pandemi Covid-19 di 2020 dan 2021. Itu setelah bandara sempat tutup. “Tapi tetap kita sekarang terus lakukan pembenahan,” terangnya.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, pihaknya melakukan upaya pembenahan kedepan salah satunya dengan melakukan kerjasama bersama Kejaksaan Negeri Lampung Selatan untuk pendampingan
Maksud dari pendampingan penanganan Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) ini, diungkapkan Husni Thamrin dalam rangka pengembangan usaha di PT TLU dalam mewujudkan Strategic Corporate jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang yang telah disusun pada Tahun 2023.
Dimana PT TLU telah memfokuskan usaha di bidang transportasi dan perhubungan, yaitu pengembangan fasilitas layanan penunjang kepelabuhanan dan kebandarudaraan serta sinergitas BUMN BUMD, anak perusahaan serta Mitra Kerja swasta.
“Adanya pendampingan dari Asdatun Kajari Lampung Selatan sebagai Jaksa Pengacara Negara, tentu sangat diperlukan dalam memberikan Legal Opinion/LO dan pendampingan hukum,” tuturnya.
“Sehingga PT Trans Lampung Utama dapat menjalankan manajemen perusahaan secara baik, khususnya pada bidang yang keterkaitan dengan pertimbangan hukum kedepannya,” ucapnya.
Dirinya pun berharap mendapatkan dukungan dari Induk Usaha sebagai pemegang saham dan StakeHolder terkait dan mitra kerja.(*)




















