Kulintang.co (Bandar Lampung)- Diduga pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraanya saat berjalan dengan kecepatan tinggi dari arah Muaradua, OKU Selatan menuju Martapura OKU Timur mengakibatkan kecelakaan tunggal yang menyebabkan 4 orang warga asal Kota Bandar Lampung yang pulang mudik meninggal setelah mobil yang mereka tumpangi terjun bebas ke jurang dan masuk kedalam sungai Komering, di Desa Negeri Ratu, Kecamatan Bunga Mayang, OKU Timur.
Peristiwa naas tersebut terjadi pada Minggu 30 April 2023 sekitar pukul 08.45 WIB, adapun keempat korban yang meninggal tersebut antara lain M Diki (21) selaku supir, Yulisman (32) Drs Marsidi (59), dan Muhammad Raihan Alfatih (10) yang merupakan warga jalan Belia Nomor 98 Jagabaya II, Kota Bandar Lampung dengan mengendarai mobil jenis Toyota Agya warna Silver BE 1327 CD yang konvoi bersama mobil jenis Daihatsu Sigra warna hitam Nopol BE 1066 AAA.
Kapolres OKU Timur AKBP Dwi Agung Setyono, SIK, MH, melalui Kasat Lantas AKP Lastari didampingi Kanit Laka Ipda Syukri mengatakan jika mobil Agya yang berjalan dari arah Muaradua, OKU Selatan menuju Martapura OKU Timur.
“Dikarenakan jalan lurus dan keadaan jalan mulus sehingga kendaraan itu diduga dikemudikan dengan kecepatan tinggi dan di tempat kejadian diduga pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraanya dan terjun ke jurang sebelah kanan dari arah Muaradua menuju Martapura, untuk korban semua sudah berhasil di evakuasi sementara kendaraan sedang diupayakan,”ujar Kapolres OKU Timur AKBP Dwi Agung Setyono
Dari Informasi yang berhasil dihimpun, dari pengemudi Mobil Sigra bagian dari konvoi tersebut. Bahwa kedua Mobil tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari Kisam, Kabupaten OKU Selatan hendak pulang ke Lampung, via Martapura.
Ditengah perjalanan, mobil Sigra berhenti di salah satu minimarket untuk istirahat dan membeli makanan ringan, sedangkan Mobil Agya yang dikemudikan oleh Diki terus melaju melaju arah Martapura.
Saat mobil Sigra melanjutkan perjalanannya, tiba di lokas kejadian melihat orang berkerumun dan menyatakan ada kecelakaan mobil terjun ke jurang, akan tetapi rombongan belum memiliki firasat buruk, hingga sesampainya di tugu tani Martapura, keluarga korban yang ada di mobil Sigra mencoba menghubungi saudaranya di Mobil Agya, namun tidak mendapatkan balasan.
“Setelah terus mencari informasi akhirnya kami mengetahui kalau peristiwa kecelakaan yang sempat kami lewati itu tadi adalah keluarga kami, dan keempatnya juga meninggal semua,” ujar pengemudi mobil Sigra yang merupakan keluarga korban.

Yanto, warga Bunga Mayang yang ikut menyaksikan evakuasi korban juga menyatakan kalau kuat dugaan selain sedikit ngebut pengemudi Mobil Agya diduga kelelahan dan tidak menguasai medan.
“Jalan daerah kami ini selain agak sempit banyak tikungannya juga seakan mengikuti lika-liku sungai komring, mungkin supirnya ngantuk dan tidak terasa mobilnya ngebut karena jalannya mulus, akhirnya terjadilah musibah ini, saya berharap untuk pemudik yang belum pulang lebih baik istirahat kalau mengantuk,” ujar Yanto.
Dari pantauan, Keempat jenazah sudah tiba di Rumah Duka di Jalan Belia, Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Way Halim, kota setempat, Minggu malam, jenazah empat korban kecelakaan tunggal tersebut sampai sekitar pukul 19.52 WIB dengan disambut haru oleh pihak keluarga dan juga masyarakat sekitar yang telah menunggu, untuk mendoakan dan melakukan pemakaman. *




















