Bandar Lampung,Kulintang.co – Gudang penimbunan BBM di dekat pasar Beringin, Jl.Tirtayasa, Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi diduga milik oknum aparat terbakar hebat, 30 personel Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarnat) Kota Bandar Lampung diterjunkan untuk menjinakan si jago merah.
Dari pantauan, tidak terlihat gerak-gerik pihak penjaga gudang di lokasi baik sedari awal insiden kebakaran terjadi hingga api berhasil dipadamkan sekira pukul 2.33 WIB Rabu dini hari 28 Februari 2024. Padahal menurut keterangan warga, sempat ada aktivitas sebelum gudang penyimpanan BBM diduga milik oknum aparat itu terbakar.

Setelah api dipadamkan, terlihat didalam gudang tepat di belakang lokasi kebakaran masih ada minyak jenis solar didalam puluhan tandon dan satu buah mobil truk dengan plat D-8189-ZFH yang juga berisi bahan bakar dan menurut warga mobil itu sempat di jauhkan dari api oleh salah satu penjaga gudang tersebut saat awal kejadian kebakaran terjadi.

“Tadi sebelum kebakaran kayanya ada mobil truk yang masuk terus keluar, mobilnya warna merah putih sama satu mobil yang selamat karena sempat di pindahin ke belakang dari kebakaran itu. Dan pas kejadian kebakaran dan pemadam kebakaran mulai dateng, mereka (pihak gudang-red) ga ada, kayanya takut udah kabur semua,” ucap warga yang enggan memyebut namanya di lokasi kejadian.
Lanjut warga itu, dirinya baru mengetahui jika gudang tersebut tempat penyimpanan bahan bakar minyak setelah adanya kebakaran hebat itu.

“Saya tinggal di sini udah dua tahun pak. Setahu saya memang ada aktivitas. Ya sekitar setahun lebih lah mereka beroperasi. Cuman mereka ngapain warga sini pada ga tau. Memang ada satpamnya, itu juga kan di pintu gerbang dipasang CCTV. Tapi soal kegiatannya jujur saya sendiri ga tau,”ujarnya.
Hal senada, Salim, warga yang kebetulan rumahnya berada dekat dengan lokasi kebakaran mengaku sering melihat aktivitas di gudang tempat penimbunan BBM gelap diduga milik oknum aparat tersebut. Namun mengenai kegiatan di dalamnya Salim sama sekali tidak tahu.
“Saya ga ngerti di dalam gudang itu apaan. Setau saya memang ada aktivitas keluar masuk truk tangki sama truk biasa gitu, apalagi kalo malem. Kayanya mereka kerjanya malem doang, soalnya kalo siang kaya ga ada aktivitas gitu,” kata Salim.
Di sisi lain, Salim juga sempat ketakutan saat lokasi tersebut terbakar. Dirinya khawatir rumahnya ikut terbakar.
“Untung anginnya ke arah sana (sisi Timur) kalo ke arah rumah saya gimana? apalagi kan saya lagi ada anak bayi mas, khawatir aja sih. Takutnya rumah saya kena, terus ga ada yang tanggung jawab,” katanya.
Salim juga mengaku sempat mendengar suara ledakan dari dalam gudang sebelum terjadi kebakaran. Saat dirinya keluar rumah, api sudah membesar dan kepulan asap menyelimuti area sekitar.
“Saya kan di dalem rumah, belum tidur juga karena ngejaga bayi yang lagi rewel. Waktu itu denger kaya suara ledakan gitu, kuat banget suaranya. Pas keluar apinya udah gede,” tutur Salim.
Sementara itu, Wakil Komandan Danton B Damkarnat Bandarlampung, Maryani mengaku sejak awal proses pemadaman pihak gudang sama sekali tidak menemui pihaknya untuk berkoordinasi. Bahkan, laporan adanya kebakaran yang diterima pihaknya datang dari warga bukan dari pihak gudang.
“Kebakaran menghanguskan 3 unit mobil dan sempat terjadi ledakan tadi, kalau pihak gudang sendiri sejauh ini belum ada koordinasi dengan kita. Bahkan sampai api berhasil kita padamkan, mereka belum menemui kita. Mereka tidak ada di lokasi,” kata Maryani.
Tambah Maryani, jenis bahan bakar dari aroma dan penglihatannya ialah BBM jenis solar dan pertalite sehingga menyebab ledakan dan pihaknya kesulitan dalam memadamkan api tersebut.
“Jenis minyaknya seperti solar dan pertalite, makanya kita kesulitan memadamkan apinya dan air pemadam harus kita campur dengan rinso agar mempercepat pemadama. Untuk anggota yang diterjunkan 30 personel dengan 5 unit mobil pemadam kebakaran,”jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, gudang diduga tempat penyimpanan BBM ilegal terbakar hebat di dekat pasar Beringin, Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Selasa, 27 Februari 2024, sekira 23.00 WIB.
“Ya itulah Gudang yang kebakar tempat penimbunan BBM, jenisnya macem-macem. Biasanya ada itu yang jaga kayak aparat polisi gitu,”kata Lim warga setempat, Selasa malam 27 Februari 2024.
Tambahnya, saat ini dirinya sedang di lokasi kebakaran menyaksikan api yang masih membubung tinggi dan sedang di padamkan dan pihak penjaga gudang yang biasa malam ramai aktifitas saat kejadian tidak terlihat alias menghilang. Diketahui Api baru bisa dipadamkan sekitar tiga jam setelahnya, sekitar pukul 02.33 WIB.(Er/red)




















