Bandar Lampung, Kulintang.co — Pembangunan infrastruktur di Lampung khususnya pembangunan jalan milik provinsi. Di era kepemimpinan Gubernur Lampung periode 2019-2024, Arinal Djunaidi mengalami peningkatan secara signifikan dari tahun-tahun sebelumnya dan menjadi sebuah kebanggan bagi masyarakat Lampung.
Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung. Presentanse kemantapan ruas jalan milik provinsi Lampung sepanjang 1.696.37 KM yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota baik pembangunan maupun pemeliharan dari tahun 2020 presentase jalan mantap sebesar 76,045%, kemudian pada tahun 2021 karena pandemi covid-19 turun menjadi 75,386% dan di tahun 2022 masa pemulihan pasca pandemi mengalami kenaikan sebesar 76,850% kemudian di tahun 2023 mengalami peningkatan yang begitu luar biasa sebesar 4262,130%.
Adapun rinciannya sebagai berikut. Ditahun 2020, setelah Arinal Djunaidi di lantik Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur Lampung pada 12 Juni 2019.Kemantapan ruas jalan Mayjen H.M.Ryacudu, Tenggiri dan RE.Martadinata di Kota Bandar Lampung sebesar 97,868%, di tahun 2021 mengalami kenaikan 2,132% yaitu 100.000%, di tahun 2022 pasca covid-19 prensatense kemantapannya tetap di angka 100.000%, di tahun 2023 naik membumbung tinggi sebesar 300.000%.
Di Kabupaten Pesawaran, ruas jalan Branti – Gedong Tataan – Kendondong – Pardasuka, Padang Cermin – Kendondong, Lempasing – Padang Cermin – Simpang Teluk Kiluan, tahun 2020 sebsar 87,232%, tahun 2021 naik menjadi 88,487%, terus naik sebesar 92,278% di tahun 2022 dan tahun 2023 naik lagi sebesar 184,220%. Selanjutnya, di Kabupaten Tanggamus ruas jalan Sukarama – Kuripan, Sp Teluk Kiluan – Sp.Umbar – Putih Doh – Kuripan – Sp. Kota Agung, Sp. Blok 9 – Sanggi, Talang Padang – Ngarip – Ulu Semong – Trimulyo dan Tekad – Batu Tegi di tahun 2020 presentase kemantapan 61,908%, tahun 2021 sebesar 62,124%, tahun 2023 naik menjadi 64,035% dan di tahun 2023 naik begitu tinggi yaitu 289,070%.
Ruas jalan Z.A Pagar Alam (Kalianda), Kalianda – Kunyir – Gayam – Ketapang, Sp. Sidomulyo – Belimbing Sari, Sp.Korpri – Sukadamai, Sp. Korpri – Purwotani di Kabupaten Lampung Selatan, pada tahun 2020 sebesar 91,768%, tahun 2021 mengalami penurunan yaitu 90,428%, imbas recofusing dalam anggaran pemeliharan dan pembangunan jalan tahun 2022 presentase turun menjadi 84,110% dan di tahun 2023 naik begitu pesat yaitu 291,230%.
Kabupaten Lampung Timur, ruas Jalan Belimbing Sari – Jabung – Sp. Labuhan meringgai, Metro – Tanjung Kari – Pugung Raharjo – Jabung, Sukadamai – Kibang dan Kota Gajah Gedung dalem, tahun 2020 sebesar 80,879%, tahun 2021 sebesar 85,138%, tahun 2022 terus naik menjadi 89,921% dan tahun 2023 naik juga signifikan 260,880%. Dikota Metro tahun 2020 sebesar 93,690%, tahun 2021 sebesar 87,380%, tahun 2022 naik menjadi 94,340% dan prensentase naik tinggi sebesar 288,630% di tahun 2023 dari 6 ruas jalan milik provinsi yaitu jalan Ahmad Yani, Jalab Budi Utomo, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Veteran, Jalan Pattimura dan Jalan Brigjen Katamso.
Adapun presentase di Kabupaten Pringsewu yaitu di tahun 2020 sebsar 95,528%, tahun 2021 sebesar 90,061%, tahun 2022 sebesar 85,092% dan tahun 2023 naik drastis sebesar 966,880% dari tiga ruas jalan (Kalirejo – Pringsewu – Pardasuka – Sukamara). Kemudian di Kabupaten Lampung Tengah dari ruas jalan Metro – Kota Gajah – Sp.Randu – Seputih Surabaya – Sadewa, Bandar Jaya – Sp.Mandala, Gunung Sugih – Kota Gajah, Kalirejo – Bangunrejo – Wates – Metro, Gunung Sugih – Padang Ratu – Pekurun Udik dan Padangratu – Kalirejo presentasenya di tahun 2020 sebesar 81,866% tahun 2021 sebesar 75,186%, tahun 2022 sebesar 74,983% dan di tahun 2023 sebesar 223,890%.
Kabuaten Lampung Utara ruas jalan Pekurun Udik – Aji Kagungan, Taman Siswa – Raja Asli, Jalan Abung Raya Barat (Kotabumi), Jalan Abung Raya Timur (Kotabumi), Kota Bumi – Bandar Abung , Bandar Abung – Bandar Sakti, Bandar Abung – Sp. Tujok, Negara Ratu – Sp. Tujok, Kota Bumi – Ketapang, Ketapang – Negara Ratu, Negara Ratu – Gunung Betuah dan Negara Ratu – Sp. Soponyono presentase di tahun 2020 sebesar 90,570%, tahun 2021 sebesar 85,520%, tahun 2022 sebesar 83,419%, tahun 2023 sebesar 140.580%. Selanjutnya Kabupaten Tulang Bawang Barat ruas jalan Bandar Sakti – Sp. Daya Murni, Sp. Daya Murni – Gunung Batin, Sp. Tujok – Panaragan Jaya, Panaragan Jaya – Sp. Panaragan, Penumangan – Tegal Mukti, Adijaya – Tulung Randu dan Penumangan – Unit VI di tahun 2020 presentasennya 63.828%, tahun 2021 sebesar 63.180%, tahun 2022 sebesar 65.335% dan tahun 2023 sebesar 177.540%.
Selanjutnya, di Kabupaten Way Kanan ruas jalan Gunung Betuah – Gunung Labuan, Sp. Empat – Kasui, Kasui – Air Ringkih (Bts. Sumatera Selatan), Sp. Empat – Blambangan Umpu, Blambangan Umpu – Sri Rejeki, Sri Rejeki – Pakuan Ratu, Pakuan Ratu – Bumiharjo, Bumiharjo – Sp. Way Tuba, Sp. Soponyono – Serupa Indah, Serupa Indah – Pakuan Ratu, Serupa Indah – Tajab, Tegal Mukti – Tajab dan Tajab – Adijaya pada tahun 2020 presentasenya sebesar 58.130%, tahun 2021 sebesar 61.873%, tahun 2022 sebesar 66.880% dan tahun 2023 sebesar 186.020. Kabupaten Lampung Barat ruas jalan Pekon Balak – Suoh, Suoh – Sp. Blok 9, Jalan Raden Intan (Liwa), Liwa – Bts. Sumatera Selatan dan Sp. Trimulyo – Bungin – SP. Tugu Sari di tahun 2020 sebesar 83.489%, tahun 2021 yaitu 86.677%, tahun 2022 sebesar 82.426 dan tahun 2023 sebesar 296.860%.
Kabupaten Pesisir Barat ruas Jalan Adam Malik (Krui), Krui – Pekon Serai dan Kota Jawa – Kampung Baru di tahun 2020 (89.997%) tahun 2021 (96.666%) tahun 2022 (100.000) dan tahun 2023 (295.530%), Kabupaten Tulang Bawang ruas Jalan Raya Gunung Sakti (Menggala, Bujung Tenuk – Penumangan, Sp. Unit VIII – Gedong Aji dan Gedong Aji – Umbul Mesir di tahun 2020 (56.888%) tahun 2021 (57.478%), tahun 2022 (71,627%) dan tahun 2023 (202.040%), dan yang terakhir Kabupaten Mesuji ruas jalan Sp. Pematang – Brabasan dan Brabasan – Wiralaga presentasenya di tahun 2020 (84.895%) tahun 2021 (78.560%), tahun 2022 (77.098%) dan tahun 2023 sebesar 158.760%. (*/Red)




















