Lampung Tengah, Kulintang.co – Berawal cemburu buta kemudian cekcok, Defan Kurnia Ramadhan (25), warga Kampung Sribasuki, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah gelap mata dan tega menganiaya sang kekasih Lisa Wulandari (26), seorang perawat warga Lorong Sekolah, Jl. Sentosa, Seberang Ulu 2, Kota Palembang, Sumatera Selatan di indekos Adinda, Kampung Kalirejo, Kecamatan Kalirejo pada Senin 20 Mei 2024, sekitar pukul 06.30 WIB.
Penganiayan itu berawal ketika Lisa dan Defan berdua di dalam indekos, saat keduannya bersama. Defan bertanya kepada Lisa, “Kemarin sama siapa?” Lisa menjawab, ”Mas Zainal”.
Mendengar itu, Defan kembali bertanya,”Kenapa harus berdua di dalam ruang istirahat? Kenapa nggak gantian satu di ruang perawat dan satu di ruang istirahat?”. Kemudian Lisa menjawab ya memang begitu begitu kalo ruang istirahatnya gabung.
“Kenapa pintunya nggak dibuka, cuma jendelanya aja?”cecar Depan.
“Itu kan ruangan AC. Memang pintu nggak dibuka dan cuma jendela aja. Lagian pasien kalo manggil dari jendela, keliatan kok,” jawab Lisa sembari menjelaskan.
Mendengar jawaban dan penjelasan itu, Defan kemudian marah dan menilai jika pasangannya tidak menghargai dirinya. “Kalo kamu kayak gitu sama aja nggak ngehargai aku!”ungkap Depan.
“Ya udah kamu aja yang jadi perawat! gimana?” respon Lisa.
Dari perdebatan itu berunjung Defan naik pitam dan kemudian langsung menarik rambut Lisa dan meninju wajah bagian mata sebelah kiri Lisa. Lisa berusaha menutupi wajahnya dengan kedua tangan sembari berkata, “Ampun, Def”.
Meski sudah berkata ampun tak menyurutkan emosi Defan yang mana kemudian kembali memukul di bagian wajah Lisa sebanyak dua kali dan menendang wajah Lisa sebanyak 2 kali mengenai hidung hingga mengeluarkan darah serta memar pada mata sebelah kiri.
Setelah itu, rasa sayang Defan nampaknya menggugah dirinya untuk merebus air guna mengompres luka memar di bagian mata Lisa. Ketika Defan ke toilet buang air besar, Lisa menelepon kakaknya bernama David namun sayang tidak diangkat,
Kemudian Lisa mengirimkan chat WhatsApp kepada teman kerjanya dengan memberitahu kondisinya yang dianiaya Defan dan meminta bantuan untuk mengantar ke rumah sakit. Ketika temannya menelepon Lisa dan Defan telah kembali dari toilet kemudian telpon tersebut diangkat oleh Defan.
Dalam telpon itu, Defan menanyakan perihal apakah boleh satu ruangan dengan laki-laki saat istirahat. Setelah membahas itu nampak depan kembali emosi dan mengambil pisau dapur.
Lalu menodongkannya ke perut Lisa sembari berkata, “Mati aja kamu!”. Merasa takut, Lisa diam sembari menangis sehingga amarah Defan mereda. Tidak lama kemudian, Lisa keluar dari indekos diantarkan kerabatnya ke Mapolsek Kalirejo untuk melaporkan kejadian ini.
Kapolsek Kalirejo Iptu Agus Supriyadi menyatakan pihaknya mendapat informasi ada pelaku penganiayaan diamankan warga, Senin 20 Mei 2024, sekitar pukul 11.00 WIB. ”Kita langsung ke TKP mengamankan tersangka,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan penganiayaan tersebut dilatarbelakangi rasa cemburu karena mengetahui dan mempersoalkan kekasihnya yang satu ruangan dengan pria lain saat sedang bekerja.
“Faktornya cemburu. Korban diketahui tersangka istirahat satu ruangan dengan seorang laki-laki di tempat bekerja. Tersangka yang merupakan pacarnya cemburu hingga mempersoalkan hal itu. Tersangka mendatangi korban di indekosnya. Terjadilah cekcok mulut hingga penganiayaan,” ujarnya.
Lanjut Iptu Agus, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis tentang penganiayaan dan pengancaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP dan 335 KUHP. (*)




















