Bandar Lampung, Kulintang.id — Beberapa tahun lalu air terjun tanjakan PJR Kelurahan Way Laga masih populer menjadi destinasi wisata, apalagi disaat musim penghujan airnya deras mengalir dari tingginya tebing batu estetik dan hijaunya pepohonan. Kini keindahan itu tinggal kenangan setelah batunya tergerus dan pepohonan ditumbangkan oleh cengkraman alat berat yang pernah beraktifitas.
Hal yang lebih mencengangkan, di hulu aliran yang mengalir ke air terjun tersebut deru mesin penghancur, alat berat beraktifitas mengeruk tanah hingga tampak seperti kawah, lalu menggrogoti batu besar andesit yang hasilnya menjadi batu split bernilai ekonomis.
“Beberapa tahun lalu air terjun dan dinding batu sama pohonnya masih indah, apalagi kalo habis hujan airnya deras jadi tempat anak muda berphoto-photo. Sekitar kurang lebih dua tahun ini sempat dikerok dinding batu air terjunnya, pas mulai ribut-ribut banjir parah di bawah berhenti aktifitasnya,”ujar warga sekitar yang ingin identitasnya dirahasiakan, Senin (12/05/2025).

Lanjutnya, tak cuma pengerukan batu andesit di tebing air terjun, di hulu air yang mengaliri air terjun itu masih terdapat aktifitas pertambangan hingga saat ini hingga melebar ke arah bukit sebelahnya,
“kalo izinnya kurang tahu, tapi ya udah lama kalo beroperasinya dan yang di tambang sekarang sudah lumayan luas,” ungkapnya.
Berdasarkan penelusuran, di lokasi tersebut terdapat kantor PT Batu Intan Makmur Adiguna yang beroperasi di bidang pertambangan khusus produksi batu split dan material konstruksi lainnya. Terkait soal izin dan luasan lahan pertambangan perusahaan tersebut, awak media sedang mengkonfirmasi ke pihak terkait. (Eri/Red)




















