Bandar Lampung, Kulintang.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, tengah melakukan normalisasi sungai di berbagai titik. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di Kota Tapis Berseri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, mengatakan bahwa upaya ini mencakup pengerukan sedimen sungai dan perbaikan tanggul di sejumlah lokasi yang terdampak banjir.
“Kita sudah mulai bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan BBWS Mesuji Sekampung. Pemkot melakukan normalisasi di Labuhan Ratu, berkolaborasi dengan Pemprov di Jalan Saroja, serta dengan balai di Kedamaian. Saat ini, kami sedang mengeruk sedimen sungai untuk meningkatkan kapasitas aliran air,” ujar Iwan, Kamis (27/2/2025).
Berdasarkan catatan Pemkot Bandar Lampung, tiga wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir adalah Kecamatan Tanjung Senang, Kedamaian, dan Labuhan Ratu. Sebelumnya, banjir terparah tercatat di Kecamatan Teluk Betung Selatan dan Panjang.
Selain pengerukan sungai, Pemkot Bandar Lampung juga melakukan perbaikan tanggul dan dinding saluran drainase di 12 kecamatan sebagai langkah mitigasi jangka panjang.
“Karena ini bencana, kita menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) kebencanaan sekitar Rp10 miliar. Anggaran ini di luar bantuan dari pemerintah pusat, yang berupa bantuan barang,” tambah Iwan.
Pemkot berharap normalisasi sungai dan berbagai langkah penanggulangan ini dapat mengurangi potensi banjir di masa mendatang, sehingga masyarakat dapat merasa lebih aman saat musim hujan tiba. (*)




















