Kendari, Kulintang.co – Seorang anggota polisi di Kendari, Sulawesi Tenggara, dikabarkan menjadi korban penggeroyokan oleh sekelompok yang disebut preman. Korban dianiaya oleh 9 pelaku di sebuah warung, saat pulang dari tugas patroli malam hingga subuh.
Kapolsek Poasia AKP Jumiran, mengatakan dari 9 pelaku yang melakukan pengeroyokan, dua diantaranya berhasil diamankan.
“Benar, dua pelaku berhasil ditangkap. Mereka berjumlah 9 orang,” kata Jumiran, kepada media, Sabtu (3 Agustus 2024).
Dijelaskannya, peristiwa itu terjadi dini hari. Pelaku berinisial H dan A bersama rekannya menganiaya korban berinisial TH (22) di sebuah warung makan di Jalan AH Nasution, Kecamatan Kambu, Kendari.
Selain anggota polisi, aksi pengeroyokan itu juga menyasar pemilik warung.
“Jadi saat itu, korban baru pulang patroli. Karena lapar, korban singgah di TKP,” ujar Jumiran.
Saat menyantap makanan yang dipesan dari warung tersebut, komplotan pelaku datang dan kemudian memesan makanan.
Setelah menyantap makanan yang dipesan, komplotan tersebit tidak mau membayar makanannya dan menyuruh korban (anggota polisi) membayar makanan mereka.
“Komplotan itu ya namanya preman habis apalah, habis mabok toh, singgah lah di warung tersebut,” ungkapnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku berinisial H, juga diketahui tercatat sebagai buronan dalam kasus serupa yang dilakukan terjadap anggota polisi di Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu.
Hingga berita ini diterbitkan, penyidik masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang sudah diketahui identitasnya. (Red)




















