Kulintang.co (Bandar Lampung)– PT. Trans Lampung Utama (TLU), anak perusahaan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Lampung Jasa Utama (LJU) menunjuk Law Office Gindha Ansori Wayka dan Rekan (GAW) sebagai advokat dan konsultan Hukum perusahaan, penandatanganan kerjasama itu diwakili oleh Direktur PT.TLU Husni Thamrin bersama Gindha Ansori Wayka didampingi Tim Kantor Hukumnya.
“Terhitung hari ini, kita tunjuk kembali Law Office GAW sebagai Advokat dan Konsultan Hukum yang akan mendampingi PT.TLU ke depan,” ujar Husni di Bandar Lampung, Jumat 16 Juni 2023.
Lebih lanjut Husni menjelaskan bahwa kerjasama Konsultan Hukum dengan Law Office GAW ini sudah berjalan untuk tahun yang kedua dan selama ini Law Office GAW telah banyak memberikan masukan dan pendampingan kepada PT.TLU.
“Kerjasama di tahun pertama (2022) Law Office GAW banyak membantu PT.TLU diantaranya dalam menertibkan taksi-taksi di Bandara Raden Intan dan mereview beberapa kontrak kerjasama dengan berbagai pihak”, lanjut Husni
Terpisah pada itu, Gindha Ansori Wayka selaku Direktur Law Office GAW dan Lembaga Bantuan Hukum Cinta Kasih (LBH CIKA) didampingi Tim Hukumnya yaitu Iskandar, SH, Ari Fitrah Anugrah,SH, Ramadhani, SH, Ronaldo, SH, Ahmad Zainal Abidin,SH, Mutiara Putri,SH dan Indah Nurlisa Gusrina, membenarkan bahwa kantornya ditunjuk kembali oleh PT.TLU untuk membantu kegiatan perusahaan tersebut kedepannya.
“Iya tadi sudah ditandatangani kesepakatannya dan ini merupakan kesepakatan lanjutan karena hubungan hukum antara PT. TLU dan Law Office GAW sudah memasuki tahun kedua,”jelas Gindha.
Menurut advokat muda yang sempat membuat Lampung viral beberapa waktu lalu itu,hingga berujung pada Provinsi Lampung mendapat bantuan dari pemerintah pusat anggaran sebesar 800 Milyar untuk pembangunan jalan tahun 2023 mengatakan jika kegiatan PT.TLU sangat banyak dan hal inilah yang menyebabkannya bisa bertahan (survive) ditengah situasi ekonomi dan kehidupan masyarakat yang belum stabil.
“Direktur dan jajarannya banyak ide, gagasan cemerlang dan ini bukan hanya celoteh belaka tetapi ditindaklanjuti langsung dengan kegiatan nyata apa yang menjadi ide dan gagasannya” urai pria kelahiran Negeri Besar Kabupaten Way Kanan itu.
Gindha juga mengatakan jika ada beberapa kegiatan PT.TLU yang harus disupport oleh Pemerintah Provinsi Lampung karena cukup menjanjikan untuk tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kegiatan di Bandara Raden Intan, Gagasan Pariwisata yang telah terkoneksi dengan pihak yang cukup memiliki pengalaman di tingkat nasional dan pelabuhan laut menjadi kegiatan yang menjadi sasaran utama dari PT.TLU kedepan,”kata Gindha.
Masih menurut Gindha, Pemerintah Provinsi Lampung harus bisa lebih dekat dalam melihat ide dan gagasan usaha dari kaum muda ini, karena PT. TLU pada dasarnya tidak meminta penyertaan modal kepada Daerah tetapi lebih pada sentuhan kebijakan dari Pemerintah Daerah berupa support pengelolaan utilitas aset yang dimiliki oleh Daerah yang selama ini tidak maksimal dan terbengkalai.
“Dalam konteks menjawab rencana program di atas, PT.TLU meminta sentuhan kebijakan dari Pemerintah Daerah dalam bentuk dorongan pengelolaan aset-aset daerah yang selama ini tidak maksimal dan terbengkalai untuk dikelola menjadi sumber PAD bagi Provinsi Lampung,”pungkas Gindha. (Red)




















