Lampung Selatan, Kulintang.co — KPU Lampung Selatan telah merampungkan rapat pleno rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur Lampung dan Bupati – Wakil Bupati Lampung Selatan, di Negeri Baru Resort Kalianda pada Senin Desember 2024.
Adapun hasil akhirnya, pasangan calon nomor urut 2, Radityo Egi Pratama dan M. Syaiful Anwar perolehan suaranya mengungguli petahana Nanang Ermanto dan Antoni Imam.
Saat pembacaan hasil pleno, Ketua KPU Lampung Selatan, Rival Arian mengatakan, dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 790.716 pemilih, pasangan Radityo Egi Pratama dan M. Syaiful Anwar meraih 329.124 suara atau 65,32 persen.
“Sedangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan nomor urut 1, Nanang Ermanto dan Antoni Imam hanya memperoleh 157.280 suara atau 31,22 persen,” kata Rival Arian.
Dari hasil pleno 17 kecamatan, pemilih yang menggunakan hak pilihnya tercatat ada 502.233 pemilih atau dengan persentase partisipasi pemilih mencapai 63,51 persen. Kemudian dalam pelaksanaan Pilkada Lampung Selatan, terdapat suara tidak sah sebanyak 17.467 suara atau persentasi sebanyak 3,46 persen.
Sementara itu, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan, pihaknya juga mengapresiasi kepada seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan atas kerjasama menjaga keamanan selama tahapan Pilkada.
“Lampung Selatan tetap kondusif berkat kerja keras bersama. Perjalanan panjang tahapan Pilkada, mulai dari masa kampanye, pemungutan suara pada 27 November 2024, hingga penghitungan suara di tingkat PPK lancar dan aman, kondisi ini membuktikan pendewasaan demokrasi masyarakat Lampung Selatan,” ungkap AKBP Yusriandi Yusrin.
Kapolres Lampung Selatan juga turut mengajak semua pihak, untuk tetap menjaga persatuan usai Pilkada. Saat ini, sudah tidak ada lagi grup 01 atau 02.
Kemudian selama pelaksanaan Pilkada, kondisi Kamtibmas aman dan terkendali di Lampung Selatan. Kapolres berharap, tahapan Pilkada hingga Pleno kabupaten berjalan lancar tanpa kendala, dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang berkeliaran. (*/Red)




















