Bandar Lampung, Kulintang.id — Warga RT 05 Lingkungan II Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi mengeluhkan proyek pembangunan lanjutan jalan/Gang Caraya Ruas Jalan Rewok yang diduga asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis serta dilokasi tidak terdapat papan informasi pekerjaan, Sabtu 20/12/2025.
“Kerjanya kayak asal-asalan banget, ini tadinya jalan tanah dan berlubang cuma di ratain dan ditimbun dari tanah galian drainase. Ngga pake batu base juga ngga di padatin dulu, langsung di cor aja,” keluh Dewi warga sekitar proyek jalan tersebut.
Berita Terkait Lainnya : Tender Proyek Drainase 2025 Dinas PU Bandar Lampung Janggal dan Disorot, Mencuat Dugaan Setoran Serta Pengkondisian
Lanjutnya, kami khawatir kualitas pekerjaan tidak bertahan lama jika pekerjaannya seperti itu. Seperti pembangunan jalan Caraya tahap pertama yang kini sudah mengalami banyak retakan dan mulai mengelupas.
“Jalan Caraya yang di bangun sampe pertigaan itu aja sekarang sudah banyak retakan dan mengelupas, padahal tahun lalu itu dibangun pake batu base dan di padatin. Bagaimana kualitas dengan yang ini,” ungkapnya.
Tambahnya, Kepala tukang bernama Bejo saat ditanya dirinya mengatakan memang kontruksi tidak dilakukan pemadatan dan tidak menggunakan batu base.
“Kalo kata pak Bejo tebal jalannya 15 CM dan kerja cepet ngeburu waktu di tanggal 20 Desember harus sudah selesai. Mulai kerjanya sekitar tanggal 12 an. Sama liat juga itu adukan semen untuk pasang drainase keliatan bener banyak pasirnya dari pada semen,” ungkap Dewi.
Salah satu pekerja proyek tersebut, Khamamik mengatakan panjang pekerjaan drainase dan rabat beton sepanjang 83 meter.
“Ngga tau adukan berapa semen, saya cuma kerja aja sama pak Bejo. Tanya ke dia aja. Kalo sekarang dia lagi ngecek proyek yang di ITERA,” kata Khamik saat ditanya nama Kontraktor pekerjaan tersebut, Kamis 18/12/2025.
Disisi lain, saat dikonfirmasi perwakilan pihak Kontraktor Aryanto membenarkan jika pekerjaan tersebut tidak menggunakan batu base dan yang lebih mencengangkan lagi terkait papan informasi ia mengatakan belum jadi padahal pekerjaan sudah hampir selesai.
“Iya bang gak ada aitem base A atau pun base B.
Mengenai papan nama belum jadi,” balas Aryanto saat dikonfirmasi via pesan singkat pada Jumat 19/12/2025.
Ditanya lebih lanjut, Aryanto enggan menjelaskan dan mengatakan dia juga hanya pekerja serta mengarahkan untuk menghubungi kontraktornya langsung bernama Rio.
Berdasarkan dari hasil penelusuran, proyek tersebut dikerjakan CV. RRR Brothers dengan peserta dan pemenang tender tunggal.
Adapun nilai pekerjaannya sebesar Rp.170.999.585. Perlu di dokumen spesifikasi teknis yang tertuang dalam tender Dinas PU Bandar Lampung pekerjaan tersebut seharusnya menggunakan perkerasan berbutir yang mana pada umumnya menggunakan batu base, kemudian tertara juga menggunakan satu unit alat tandem roller berkapasitas 6-8 ton yang berguna untuk melakukan pemadatan.
Diduga pihak rekanan sengaja tidak melakukan beberapa spesifikasi teknis dan menggunakan alat yang telah tertuang dalam dokumen tender tersebut untuk meraup keuntungan. Hingga saat ini pihak kontraktor belum juga memberikan keterangan dan penjelasan lebih lanjut soal tersebut. (Eri/Red).




















