Bandar Lampung, Kulintang.id — Demonstrasi yang digelar ‘Aliansi Lampung Melawan’ di gedung DPRD Provinsi Lampung berlangsung kondusif, damai hingga selesai dan massa aksi membubarkan diri secara tertib.
Aksi unjuk rasa ribuan massa dari elemen mahasiswa dan masyarakat itu berlangsung selama kurang lebih 4 jam, dengan massa aksi yang berkomitmen menjaga situasi kondusif dan tertib tanpa anarkis.
Dengan kondisi itu, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Kapolda Irjen. Pol Helmy Santika dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayor Jenderal Kristomei Sianturi duduk bersama dengan para pendemo dan melakukan dialog dengan kehangatan.
Disela-sela dialog, Ketua BEM Unila Muhammad Ammar Fauzan, menyampaikan sejumlah tuntutan dan meminta tanda tangan pakta integritas sebagai bentuk komitmen para pemimpin Lampung tersebut.
Adapun 10 tuntutan yang disampaikan massa aksi, yaitu :
- Mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan Undang-Undang (UU) Perampasan Aset.
- Memotong tunjangan dan gaji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai bentuk efisiensi dan tanggung jawab moral.
- Meningkatkan kualitas gaji dosen dan guru di seluruh Indonesia.
- Memerintahkan Presiden Prabowo Subianto untuk segera memecat menteri-menteri yang problematik.
- Meminta Presiden menekan ketua partai yang menduduki jabatan di eksekutif maupun legislatif untuk diberhentikan atau direstrukturisasi.
- Reformasi total Polri dan adili pelaku pembunuhan Affan Kurniawan serta evaluasi kinerja Polda Lampung.
- Menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHAP) yang merugikan rakyat.
- Menolak efisiensi terhadap sektor pendidikan dan kesehatan
- Berhenti menggunakan pajak rakyat untuk menindas rakyat
- Pembebasan lahan untuk petani anak juga reformasi agraria pembebasan lahan di Lampung. (*/Red)




















