Bandar Lampung, Kulintang.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan di wilayah Kota Tapis Berseri dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pascalebaran. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo, Selasa (8/4/2025).
Menurutnya, berdasarkan data pada 7 April 2025 hampir seluruh komoditas strategis menunjukkan ketersediaan yang melebihi kebutuhan rata-rata masyarakat.
“Ketersediaan beras medium saat ini mencapai 2.800 ton, sementara kebutuhan hanya sekitar 1.110 ton. Artinya, stok beras sangat mencukupi. Begitu pula dengan jagung, tersedia sebanyak 120 ton, sedangkan kebutuhan hanya 83 ton,” ujar Ichwan.
Untuk komoditas hortikultura, seperti bawang merah, saat ini tersedia 500 ton dengan kebutuhan 280 ton. Bawang putih juga tercukupi dengan ketersediaan 305 ton dan kebutuhan 200 ton.
“Cabai merah kita punya 380 ton, kebutuhan sekitar 255 ton. Sementara cabai rawit ada 280 ton dengan kebutuhan 188 ton,” lanjutnya.
Dinas Pangan juga memastikan stok protein hewani dalam keadaan aman. Daging sapi tersedia 320 ton (kebutuhan 198 ton), daging ayam 510 ton (kebutuhan 345 ton), dan telur ayam sebanyak 410 ton (kebutuhan 210 ton).
Sementara untuk komoditas kebutuhan pokok lainnya, gula pasir tersedia 605 ton dengan kebutuhan 490 ton. Minyak goreng curah mencapai 1.400 ton dengan kebutuhan 1.210 ton, dan minyak goreng kemasan sebanyak 1.148 ton dengan kebutuhan 1.120 ton.
“Dengan kondisi ini, kami pastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan bahan pangan, terlebih selama masa Idulfitri dan pasca-Lebaran,” tegas Ichwan. (*)




















