Kulintang.co (Bandar Lampung)– Merespon pemberitaan tentang Kepala Bappeda Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Pemkab Lampura) yang berniat menjual alat kelaminnya karena keuangan Pemkab sulit, Komite Pemantau Kebijakan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung meminta Bupati Lampura untuk segera mecopotnya.
“Sungguh miris membaca pemberitaan di salah satu media online, tentang ucapan Kepala Bappeda Lampung Utara yang dengan bahasa daerah berbicara ingin menjual alat kelaminnya dan diungkapkan kepada dua awak media yang sedang berada di ruang tunggu Sekdakab Lampura,”kata Ade selaku Kepala Divisi Hukum dan Advokasi KPKAD.
Lanjutnya, seharusnya selaku pimpinan pada suatu Dinas. Jika menghadapi problem dalam kinerja, carilah solusi bukan malah mengeluh dan berkata kurang etis yang tidak mencerminkan seorang pejabat.
“Jika betul ungkapannya seperti pemberitaan itu, maka segera Bupati Lampung Utara untuk bersikap dan mencopot Kepala Bappeda. Ungkapkan seperti itu artinya oknum tersebut tidak mampu mengemban tugas dan mencari terobosan dalam memberikan solusi terhadap persoalan defisit anggaran daerah,”ujarnya.
Sebelumnya, dilansir dari HelloIndonesia.com. Kepala Bappeda Pemkab Lampung Utara Andi Wijaya, ST, MM, MAP mengatakan sulitnya keuangan daerah. Dia lalu memegang alat vitalnya (telxxg, bahasa daerah) sambil mengatakan akan menjualnya jika laku. Hal itu dilakukannya di depan dua awak media di ruang tunggu Sekdakab Lampura, Senin 26 Juni 2023 kemarin.
”Kondisi saat ini memang sangat sulit, kalau ini saya laku emang sudah saya jual,” ujarnya sambil memegang alat kelaminnya.
Diketahui, saat ini Pemkab Lampung Utara sedang mengalami defisit anggaran sebesar Rp.135 miliar. Sedangkan total pendapatan daerah Lampung Utara tahun 2022 yang semula ditargetkan sebesar Rp1,7 triliun hanya terealisasi sebesar Rp1,6 triliun atau sekitar 90,35%. (*)




















