Kulintang,Bandar Lampung- Pasca diadukannya pemilik akun Tiktok @awbimaxreborn atas nama Bima Yudho Saputro ke Polda Lampung menjadi viral di media sosial, Advokat Gindha Ansori Wayka kembali angkat bicara. Pasalnya imbas dari laporan itu dirinya mengaku banyak mendapat kritikan sesama rekan advokat dan ramai hujatan dari “warganet”.
Menurut Advokat Lampung itu, selama ini dirinya tidak antikritik. “Padahal saya tidak antikritik. Banyak tokoh masyarakat seperti Bang ADT (Alzier Dianis Thabranie-red), begitupun yang lain. Semua tak ada yang saya laporkan karena masih dalam koridor penyampaian aspirasi. Ini termasuk akun-akun Lampung dan Tiktoker Lampung yang ngubang dalam lumpur di jalan rusak karena protes jalan rusak,”terang Gindha Ansori.
Makanya perlu dipahami, yang jadi fokus laporan bukan mengunggah konten video judul “Alasan Kenapa Lampung Gak Maju-maju”. Tapi karena ada sebutan kata “Dajjal” untuk daerah Lampung.
“Untuk itu saya fokuskan laporan soal dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur SARA, karena unsur lain masih debatable. Perlu diluruskan juga terkait data yang menyebar bahwa saya pernah jadi tim hukum Gubernur Lampung hingga 2024, itu keliru. Sebab hanya Tahun 2018/2019 saja dan tidak diperpanjang,” jelasnya.
Kalau pun ada persoalan hukum kaitan kepentingan masyarakat, tentu tambah Gindha Ansori, dia berkewajiban memberi masukan penyelesaian suatu persoalan secara hukum dengan siapapun. Tak terkecuali kepada Gubernur Lampung, sebagaimana profesi yang digelutinya.
“Namun untuk laporan ini, tak ada kaitan dengan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi atau siapapun. Pertama, saya melapor atas nama pribadi sebagai putra Daerah Negeri Besar Way Kanan dan Gunung Terang Tulang Bawang Barat sebagaimana tercantum dilaporan tertulis 10 April 2023. Jadi tak terkait dengan pihak yang berkepentingan lainnya terkait profesi saya sebagai pengacara/advokat,” papar dia.
Fakta tak terkaitnya laporan ini dengan Gubernur atau dengan siapapun, Gindha Ansori menjelaskan sebagai advokat, dia tak pernah menanggapi dan tak pernah melaporkan akun-akun tiktok yang memajang foto Gubernur, Wakil Gubernur atau Bupati manapun di Lampung terkait protes masyarakat atas keluhan jalan rusak. Termasuk protes tiktoker Lampung yakni Taun, Jieh dan Mira Desiana yang berkubang di jalan rusak. Bahkan Gindha Ansori mengaku pernah mengkritisi jalan rusak di Kabupaten Way Kanan dan di Kota Bandar Lampung.
“Yang saya laporkan hanya akun Awbimax Reborn karena telah menyebut Lampung sebutan “Dajjal” dengan narasi isi konten terkesan berlebihan tanpa melalui riset dan idealnya menggunakan pilihan kata dan kalimat bermartabat agar tidak menyinggung SARA dan tak dilaporkan ke penegak hukum,” urainya.
Mengapa ? Sebab menurutnya menyebut Lampung sebutan “Dajjal” dengan narasi yang dibangun berlebihan cukup menyinggung dan melukai hati warga Lampung. Ditambah lagi fakta setelah dilaporkan secara tertulis, diduga pemilik akun Awbimax Reborn terburu-buru melakukan apply protection visa (minta perlindungan suaka) ke Pemerintah Australia. Sehingga Gindha berkesimpulan diduga pemilik akun membuat konten kritik dengan bahasa serampangan hanya untuk meloloskan kepentingan pribadi. Tujuannya agar dapat pindah kewarganegaraan dengan biaya murah dengan cara memanfaatkan laporan polisi. (Red)





















KOCAK KETAHUAN KAU
https://twitter.com/PartaiSocmed/status/1647135571826057216