Bandar Lampung, Kulintang.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung telah menyusun sejumlah program prioritas untuk tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat pembangunan, serta mengatasi berbagai permasalahan kota.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyampaikan bahwa ada lima fokus utama dalam pembangunan tahun depan. Program-program ini dirancang untuk menjawab tantangan perkotaan, mulai dari penanggulangan banjir, pengelolaan sampah, penguatan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas hidup warga.
Intensitas hujan yang tinggi, perubahan iklim, serta degradasi lingkungan telah menyebabkan banjir di beberapa titik Kota Bandar Lampung, yang berdampak pada kerugian material dan nonmaterial bagi masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Bandar Lampung akan menjalankan berbagai program, seperti pengadaan embung di wilayah Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan serta pemeliharaan embung yang sudah ada di Kota Bandar Lampung.
“Selain itu, pembuatan sumur resapan dan biopori akan dilakukan guna meningkatkan daya serap air. Pemerintah juga akan membangun dan memelihara drainase primer, sekunder, dan tersier, serta melakukan normalisasi sungai, pembangunan talud, dan pengerukan sampah di badan sungai,” kata Eva Dwiana dalam Musrembang RKPD tahun 2026, Senin (24/3/2025).
Penataan bangunan yang berada di bantaran sungai dan drainase akan dilakukan untuk mencegah penyumbatan aliran air. Pemkot juga akan mengadakan sistem peringatan dini (EWS) di titik-titik rawan bencana serta memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai, mengenai risiko banjir dan pentingnya pengelolaan sampah.
Di sisi lain, Kota Bandar Lampung menghasilkan sampah sebanyak 610-800 ton per hari, yang menyebabkan tingginya biaya pengangkutan sampah, sementara ketersediaan lahan untuk tempat pembuangan sementara (TPS) di perkotaan semakin terbatas. TPA Bakung, yang selama ini menjadi lokasi utama pengolahan sampah, juga menghadapi keterbatasan lahan.
“Oleh karena itu, Pemkot Bandar Lampung berencana mengubah sistem pengelolaan sampah dari open dumping menjadi controlled landfill atau sanitary landfill, guna mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di kota,” jelasnya.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur perkotaan serta pemanfaatan teknologi informasi dalam berbagai aspek pelayanan publik. Selain itu, pelaksanaan reformasi birokrasi akan terus dilakukan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam administrasi pemerintahan.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menciptakan lapangan kerja, Pemkot Bandar Lampung akan mempercepat investasi dengan memberikan kemudahan perizinan. Selain itu, pemberdayaan UMKM akan terus diperkuat melalui berbagai program, termasuk akses permodalan dan pelatihan usaha.
“Peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi prioritas, dengan memastikan setiap warga mendapatkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan berbasis digital,” ujarnya.
Di sektor sosial, Pemkot Bandar Lampung akan terus mendorong toleransi antarumat beragama dan memperkuat kehidupan sosial yang harmonis. Pengendalian inflasi juga menjadi perhatian utama, termasuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, program makanan bergizi gratis akan diperluas untuk mendukung gizi anak-anak dan kelompok rentan.
“Peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan juga menjadi komitmen pemerintah guna memastikan masyarakat mendapatkan akses yang lebih baik terhadap fasilitas kesehatan dan pendidikan berkualitas,” tutupnya. (*)




















