Bandar Lampung, Kulintang.co – Arinal Djunaidi dinilai berhasil mewujudkan visi dan misinya yang terbingkai dalam 33 janji kerja selama menjabat Gubernur Lampung periode 2019-2024, prestasi maupun pencapaian itupun terdokumentasi secara gamblang didalam website gindhaansoriwayka.com.
Saat ditemui di kantornya, Pengacara fenomenal kelahiran Negeri Besar Kabupaten Way Kanan itu mengungkapkan alasannya mempublish pencapaian dari 33 janji kerja Arinal Djunaidi selama menjabat Gubernur Lampung di dalam website miliknya.
“Pasca kontroversial soal kritikan di tahun 2023 lalu, kemudian viral kritikan Bima yang diduga telah digoreng dan diarahkan seakan Gubernur Arinal Djunaidi anti kritik dan alhamdulilahnya berakhir happy ending dengan Lampung mendapat berkah Rp.800 miliar dari bantuan pemerintah pusat serta kini manfaatnya dirasakan masyarakat,”Kata Gindha, Jumat 30 Agustus 2024.
Setelah viral isu yang menyudutkan Arinal Djunaidi tersebut, sehingga menurutnya penting untuk mempublish secara rinci terkait apa yang telah dilakukan dan yang sedang ingin dicapai Pemprov menuju Lampung berjaya dibawah kepemimpinan Arinal Djunaidi sebagai Gubernur Lampung periode 2019-2024.
“Sehingga terpaparlah keberhasilan dari 33 janji kerja yang telah dituangkan di website pribadi saya, dengan hal tersebut diharapkan dapat mengedukasi serta menjadi kebanggaan masyarakat Lampung atas prestasi yang telah diraih oleh Satuan Kerja yang dipimpin Arinal Djunaidi yang pada akhirnya bisa dipertahankan serta dilanjutkan pada periode berikutnya oleh Arinal Djunaidi jika terpilih,”ungkapnya.
Arinal Djunaidi Layak Lanjutkan Pembangunan
Sementara itu, dikutip dari media Rilis.id. Pengamat politik Universitas Lampung (Unila) Bendi Juantara juga menilai Arinal Djunadi telah berhasil mewujudkan sebagian besar visi dan misinya selama memimpin Lampung pada periode 2019–2024.
Ia menyatakan beberapa program Arinal, seperti Kartu Petani Berjaya (KPB), pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) telah menorehkan prestasi yang patut diapresiasi karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Penghargaan terhadap Arinal patut kita apresiasi sebagai sebuah capaian bagi daerah Lampung, di bawah kepemimpinan Arinal juga Provinsi Lampung memainkan peran penting dalam mendukung swasembada pangan nasional,”ujarnya, Kamis 29 Agustus 2024.
Menurut Bendi, Arinal dinilai berhasil dalam upaya peningkatan produksi pertanian di Provinsi Lampung serta kontribusinya pada pembangunan sektor pertanian. Sehingga sejumlah prestasi tersebut dapat menjadi sorotan positif bagi Arinal yang tidak bisa diabaikan di tengah rencana pencalonannya diri untuk maju kembali sebagai orang nomor satu di Lampung.
“Ini merupakan salah satu capaian strategis yang tidak bisa diabaikan. Serta menjadi mempertimbangkan Arinal yang dapat merepresentasikan aspirasi rakyat,”ucapnya.
Diantara penghargaan itu, salah satunya adalah penghargaan Adhikarya Nararya Pembangunan Pertanian dari Kementerian Pertanian pada tahun 2023 lalu. Meski menorehkan banyak penghargaan yang jelas merupakan prestasi yang harus dihormati dan patut diapresiasi serta menurutnya layak melanjutkan kepemimpinannya di Lampung.
Bendi mengingatkan, jika langkah Arinal untuk melanjutkan kepemimpinannya jelas tidak mudah. Hal itu mengingat dinamika politik saat ini, meskipun begitu tetap rakyatlah yang akan menilai dan menentukan.
“Pada akhirnya, rakyatlah yang lebih tahu apakah kinerja yang dibangun selama masa kepemimpinannya membawa manfaat yang signifikan bagi mereka atau tidak,” tuturnya.
Sebagai informasi, Provinsi Lampung menjadi salah satu provinsi yang berkontribusi terhadap produksi pangan nasional dengan pengembangan berbagai produktivitas pertanian. Diantaranya adalah produksi pertanian padi dan hasil pertanian komoditas non-padi, seperti peternakan, perikanan, dan ekonomi biru (blue economy) yang memiliki potensi sepanjang pantai di Lampung.
Adapun beberapa contoh pengembangan produktivitas ekonomi tersebut antara lain adalah kopi sistem kopi yang meningkatkan hasil panen kopi. Baik jenis Robusta maupun Arabika di wilayah Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat. Selain itu, tanaman lada juga sudah pulih kembali setelah sekian lama tidak berproduksi. (*/Red)




















